PADANG, RADARX.net – Wanita asal padang yang sedang menempuh pendidikan S1 di mata kuliah Manajemen Bisnis di UIN Imam Bonjol Padang ini memutar otak untuk membantu biaya kuliah.
Wanita berusia 22 tahun ini memilih berjualan masker di wilayah Balai Gadang kecamatan Koto Tangah Kota Padang, (29/12) Pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Yang mana Pandemi Covid-19 masih menjadi ujian bagi masyarakat, tak hanya pegawai swasta, para buruh, pelajar dan mahasiswa serta semua kalanganpun menjadi warga yang terdampak dari penyebaran virus covid-19 yang mulanya muncul di China ini.
Hal itu dirasakan Diah Wulandari, mahasiswi jurusan manajemen bisnis di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
“Mulai awal tahun 2021, saya berjualan masker di pasar pagi Tanjung Aur dan lewat media sosial guna biaya kuliah disebabkan kuliah yang online yang membutuhkan penambahan biaya, karena harus membeli paket internet setiap bulannya.” Kata Diah.
“Kondisi seperti ini memang sudah menjadi ujian dari Allah SWT. Sekarang yang hanya bisa saya lakukan tetap berusaha dengan kemampuan, termasuk modal yang ada,” ungkap Diah.
Perempuan yang akrab disapa Diah ini ini, Memutar otak untuk membantu biaya kuliah. Diah tak langsung memutuskan berjualan masker. Dirinya sempat akan membuka usaha kuliner. Namun, niat itu diurungkan. Pasalnya, dirinya tak memiliki lahan dan butuh biaya yang lumayan besar.
“Usaha kuliner itu modalnya cukup besar bagi saya. Memang bisa jualan di pinggir jalan. Namun, berjualan makanan itu terbatas dengan masa kedaluwarsanya. Akhirnya saya mencari usaha lain yang tidak perlu memikirkan barang kedaluwarsa.” Jelas Diah.
Setelah membuat rencana matang dan prediksi untuk tetap membuka usaha, diah akhirnya memutuskan menjual masker medis.
“Sebenarnya penjual masker ini sudah banyak, tinggal bagaimana kita melihat lokasi berjualan, termasuk sasaran yang akan dijadikan pembeli. Saya sendiri memilih berjualan masker melalui media online dan pernah berjualan di pasar pagi Tanjung Aur serta promosi melalui mulut ke mulut dengan tarif harga 25.000 perkotak dengan isi masker 50 buah. Dan lewat media online dengan akun Instagram Masker-Boss,” ujar Diah Selaku mahasiswi penjual masker.
“Saya juga pernah memesan barang dengan saudari Diah lewat akun Instagram beliau, awalnya saya ngak percaya dengan harga masker yang murah dengan tarif Rp.25.000 perkotak, setelah saya pesan ternyata memang benar harga masker yang di jual sesuai dengan apa yang di jual di akun Instagram Masker-Boss tersebut, dan maskernya pun persis dengan masker kesehatan yang di jual di Apotik-apotik.” Kata Sumiati salah satu pembeli masker.
“Semoga usaha yang di lakukan oleh saudari diah ini di Berkahi Oleh Allah SWT, dan laris manis,” harap Sumiati.
*(DW) Riandy Mahardika Adif S.E,M.M Dosen E. Bussiness












