Kondisi Pasar Bringkoning & Jalan Raya
Sampang, Radar x. net – Permasalahan yang terjadi pada Pasar Bringkoning Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur, tak menemui titik jelas, dan lalu terus berdampak buruk pada para pedagang pasar tersebut dan masyarakat setempat, lantaran terjadi penyegelan oleh ahli waris (H. Fadli CS).
Pantauan media Radar x.net dilokasi, Senin, 22/05/2023 pagi. Nampak jelas para pedagang terpaksa terlantar berjualan diluar dan bahkan menggunakan separuh jalan, hingga mengakibatkan terjadinya kemacetan dan kepadatan kendaraan di sepanjang jalan raya Pantura Ketapang – Banyuates Sampang – Tanjung Bumi Bangkalan, Madura Jawa Timur.
Kepadatan kendaraan terjadi, tidak hanya pada saat pasar pulowijo, melainkan lebih parah ketika saat pasar hewan pada setiap hari Senin.


Ironisnya, meski berdampak buruk terhadap pedagang dan pengguna jalan,, serta kepada setempat penanganan penyegelan pasar oleh pemilik tanah, tidak kunjung ada kejelasan dari Pemerintah Kabupaten Sampang.
Hal itu, juga dipicu karena Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang sebagai dinas terkait, dinilai tidak bisa menyelesaikan persoalan lahan pasar oleh pihak pemilik lahan, sehingga situasinya harus seperti ini,
Haryadi, adik kandung ahli waris mengungkapkan, bahwa pasar tersebut pernah disegel sebelumnya, tetapi dibuka kembali karena merasa kasihan kepada para pedagang dan masyarakat setempat.
“Sudah dua kali disegel mas…! Tetapi dibuka lagi sama kami, karena kami merasa kasihan pedagang dan masyarakat.” Ucap Haryadi .
“Karena sejak dilakukannya penyegelan yang ketiga kalinya ini, para pedagang banyak yang menganggur, karena tidak punya tempat untuk berjualan.” Imbuhnya
Menurutnya, penyegelan tersebut terpaksa dilakukan kembali, dengan keterpaksaan, karena Pemkab Sampang melalui dinas terkait, tidak serius untuk menuntaskan permasalahan ini.
“Bahkan kami sangat kecewa, karena kami merasa dibohongi, karena tidak sesuai dengan hasil pertemuan (mediasi) di kantor Kecamatan Banyuates beberapa waktu lalu, yang dihadiri pihak instansi terkait,” tegasnya.
“Kami selaku ahli waris, tetap berharap kepada pemerintah agar segera ada penyelesaian, karena akibat dari penyegelan tersebut, sangat berdampak buruk kepada masyarakat.” Ungkapnya penuh harap
Sementara itu, Kabid Pengelola Pasar Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Mohammad Rosul mengaku, jika dirinya tidak mengetahui secara pasti tentang Pasar Bringkoning tersebut.
“Saya tidak bisa berkomentar terkait hal itu, silakan konfirmasi ke kepala dinas atau ke bagian hukum Pemkab Sampang,” ucap Mohammad Rosul dikutip dari salah satu media.
Hingga berita ini ditulis, dampak buruk telah dirasakan oleh masyarakat (Pedagang, Masyarakat setempat dan Pengguna Jalan Raya)
(Korwil Madura/Tim)














