INDRAMAYU, RADAR-X.net – Hingar bingar pesta demokrasi tingkat desa begitu marak di Jawa Barat. Hal ini menerpa pula desa Patrol Baru, Kecamatan Patrol, Kabupaten Indramayu tahun 2021 mendapat giliran untuk mengadakan Pilwu serentak.
Setelah melalui tahapan Kuwu Petahana desa Patrol Baru berkesempatan untuk mengikuti tahapan berikutnya.
Abdul Khusen, Kuwu Petahana yang maju sebagai salah satu kontestan calon Kuwu, dengan nomor urut 01 dan dirinya berhak mengikuti tahapan berikutnya.
Pasca menjabat Kuwu periode lalu (2015-2021) dirinya berkeinginan untuk maju lagi sebagai Calon Kuwu Desa Patrol Baru Periode 2021-2027 karena ingin menyelesaikan program-program yang belum terealisasi, dan juga karena dirinya merasa didaulat oleh para Pemuda, Tokoh Ulama dan Tokoh Masyarakat untuk maju lagi.
Ketika ditemui radar-x.net di kediamannya pada Jumat (23/04/21) pria paruh baya yang akrab dipanggil Bang Alex ini mengungkapkan rasa gembiranya memenuhi keinginan masyarakat Desa Patrol Baru untuk maju sebagai orang nomor satu di Desa Patrol Baru.
“Memang secara pribadi ada keinginan saya untuk maju sebagai Kuwu lagi, karena ingin melanjutkan program-program yang belum sempat terealisasi, didorong oleh pendukung saya dari mulai Pemuda, Tokoh Ulama dan Tokoh masyarakat,” kata Bang Alex.
“Tentang program-program yang sudah terealisasi, diantaranya pengadaan lapangan bola sebagai wadah Pemuda untuk memupuk bakat, Pengadaan Makam Umum Desa serta Pemeliharaan dan Peningkatan jalan kecil (Gang, red) dan masih banyak yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu,” jelas Bang Alex, didampingi H. Solikhin dan Supardi selaku Tokoh Masyarakat.
Calon Kuwu Petahana yang bermukim di Blok 2 Desa Patrol Baru ini, bahwa kerabat dan pendukungnya mempunyai Jargon “LANJUTKAN”, dari kepanjangan Loyalitas, Amanah, Ngayomi, Jujur, Unggul, Terbukti Kan. Dirinya juga apabila dipercaya untuk menjabat 2 (dua) Periode akan menjadikan Patrol Baru Bermartabat.
Ditambahkan juga H. Solikhin, bahwa untuk Pilkades ini dirinya berharap dalam pesta demokrasi ini, dirinya mengajak untuk menghindari adanya Money Politik.
“Karena pada dasarnya Money Politik adalah pelanggaran hukum dan berpotensi terjadinya konflik di masyarakat. Selain itu untuk masyarakat desa Patrol Baru ini diharapkan menjadi pemilih yang cerdas, karena pemilih yang cerdas adalah menolak segala perbuatan yang melanggar hukum demi menuju desa Patrol Baru Bermartabat,” tegas H. Solihin. (Her)














