BeritaOrganisasiSosialTerbaru

Buruh Tani Dilaporkan Ke Polisi, Ketum LBH-PHH Turun Tangan

×

Buruh Tani Dilaporkan Ke Polisi, Ketum LBH-PHH Turun Tangan

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Peduli Hukum dan Ham (LBH-PHH) usai dampingi penyidikan di Polsek Ledokombo, Subhan Adi Handoko,S.H., tengah baju batik
Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Peduli Hukum dan Ham (LBH-PHH) usai dampingi penyidikan di Polsek Ledokombo, Subhan Adi Handoko,S.H., tengah, baju batik

Jember, radar-x.net – Hubungan baik antar tetangga di wilayah pedesaan pada umumnya sepatutnya tidak terlepas dengan rasa kekeluargaan. Buruh tani ini, Abd. Mukit(50), desa Sumberbulus Kec. Ledokombo, Kab. Jember, Jawa Timur harus ber urusan dengan pihak kepolisian sektor Ledokombo atas laporan tuduhan PENCEMARAN NAMA BAIK.

Seperti yang jelaskan oleh Penasehat Hukum Mukit, Subhan Adi Handoko, S.H., “saya dampingi penyidikan hari ini, Jumaat (18/10/2019) di Polsek Ledokombo, dengan cerita dan pengakuan klien saya setelah saya telaah sebenarnya ini bukan pencemaran nama baik melainkan hanya “cekcok” mulut saja. Naasnya klien saya dilaporkan menuduh Terlpor sebagai tukang santet, sehingga dilaporkan dugaan pencemaran baik.” Ungkap ketua DPW PARI(Persatuan Advokat Republik Indonesia), sesaat keluar dari ruangan penyidikan.

Dilanjutkannya, kami menghormati proses hukum yang jelas klien kami akan koperative kepada penyidik.” Lanjutnya.

Ditempat yang sama, Abd. Mukit mengucapkan terimakasih kepada ketum LBH-PHH, karena sudah bersedia membantu dengan cuma-cuma(gratis), “mator sakalangkong guleh cong, guleh oreng melarat tak endik pesse se majereh pengacara, hadireh Pengacara cong Subhan guleh kaso’on tak majer, justru guleh rokok, bensin, makan e tanggung pak pengacar. (madura-red), terimakasih banyak kepada bapak Pengacara Subhan, saya orang miskin tidak punya uang untuk bayar jasa advokat, saya gak bayar apa-apa, saya dibantu dengan gratis justru rokok, bensin dan makan saya dibelikan oleh pengacara saya.” Ungkapnya.

Seperti hasil penulusuran media ini, Mukit adalah buruh tani yang bekerja serabutan, waktu kejadian dia menjemur tembakau milik mantan kepala desa disalah satu lapangan yang berada di desa Sumber Bulus. (Dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page