BeritaDaerah

Bupati Sampang Absen Sepekan Demi Touring Vespa ke Bali, Rakyat Ditinggal

×

Bupati Sampang Absen Sepekan Demi Touring Vespa ke Bali, Rakyat Ditinggal

Sebarkan artikel ini

Sampang, RADAR-X.Net – Ketika masyarakat Sampang membutuhkan kehadiran dan kepemimpinan yang kuat, justru ruang kerja Bupati H. Slamet Junaidi tampak kosong melompong. Sejak pekan lalu hingga Rabu (28/5/2025),

Kantor orang nomor satu di Kabupaten Sampang itu nyaris tak berpenghuni. Aktivitas pelayanan publik di lingkungan Pemkab Sampang pun terkesan lesu dan tidak terurus.

Tidak hanya ruang bupati, ruang kerja Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah juga terlihat sepi. Nyaris tidak ada agenda kerja, kecuali segelintir pegawai dan staf yang masih hadir secara formalitas. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah publik: ke mana para pimpinan daerah saat rakyat menanti kerja nyata?

Fakta di lapangan menyebutkan bahwa Bupati Sampang lebih memilih meninggalkan tanggung jawabnya demi mengikuti touring motor Vespa bersama komunitasnya ke Pulau Dewata Bali. Ironisnya, pelesiran itu dilakukan tanpa ada satu pun pendamping resmi dari Pemkab, yang menunjukkan bahwa kegiatan tersebut murni bersifat pribadi dan bukan agenda kedinasan.

Ketua LSM Laskar Pemberdayaan dan Peduli Rakyat (Lasbandra), Acf Rifai, menyesalkan tindakan bupati yang dianggap menyalahgunakan jabatannya demi kepentingan pribadi.

“Sudah hampir seminggu ruang kerja kosong. Ini bukan kepentingan dinas, melainkan kesenangan pribadi. Jangan jadikan jabatan sebagai fasilitas untuk pelesiran,” kata Rifai.

Kritik serupa juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Sampang, Moh Iqbal Fathoni. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena Bupati Junaidi mangkir dalam rapat penting bersama Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD di Surabaya, Selasa (25/5/2025), hanya demi keluyuran naik Vespa.

“Ini mencoreng wibawa kepemimpinan. Kalau memang touring itu demi promosi daerah atau ekonomi kreatif, tentu kita dukung. Tapi kenyataannya, ini sekadar hobi pribadi. Tidak ada protokoler, tidak ada agenda resmi, dan yang hadir dalam rapat justru hanya Pak Sekda,” ujar Fathoni.

Sikap abai Bupati Junaidi kian menegaskan bahwa kepentingan pribadi lebih diutamakan dibanding tanggung jawab terhadap rakyat yang memilih dan membayar gajinya lewat pajak. Ketika rakyat menghadapi berbagai persoalan seperti infrastruktur rusak, pelayanan publik lamban, dan ekonomi yang lesu, sang pemimpin justru bersenang-senang di atas Vespa di Bali.

Sampai berita ini diturunkan, upaya konfirmasi dari kontributor media Radar X.Net ke Sekda Yuliadi Setiawan maupun Kepala Prokopim Agus Suryanto tidak membuahkan hasil. Mereka memilih bungkam, seolah tak ingin menambah bara kritik publik yang sudah membara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page