TULUNGAGUNG, Radar-X.net – Kepedulian tak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Pesan itulah yang mengemuka dalam kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim serta duafa di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kabupaten Tulungagung, Selasa (20/10/2026).
Di hadapan anak-anak yatim dan duafa, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., menegaskan bahwa perhatian terhadap mereka bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat.
Menurutnya, anak-anak yatim dan duafa membutuhkan dukungan, kasih sayang, serta kesempatan yang sama untuk menatap masa depan dengan penuh harapan.
“Anak-anak ini adalah amanah yang harus kita jaga bersama. Mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, kasih sayang, serta kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” tegas Ahmad Baharudin.
Ia berharap, santunan yang diberikan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan sesaat, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama harus terus tumbuh dalam kehidupan bermasyarakat.
Perkuat Gotong Royong, Tebarkan Kepedulian
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Tulungagung Marsono, S.Sos., Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K., serta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tulungagung.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dan menjaga kebersamaan sebagai fondasi membangun Tulungagung yang lebih maju dan sejahtera.
Menurutnya, kepedulian sosial bukan hanya tentang memberi bantuan, melainkan juga membangun ikatan kemanusiaan, menumbuhkan solidaritas, dan memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan tidak merasa berjalan sendirian.
“Mari kita terus tingkatkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun daerah. Dengan berbagi dan peduli terhadap sesama, kita memperkuat ikatan sosial serta menciptakan masyarakat yang lebih harmonis. Semoga kegiatan ini memotivasi kita semua untuk terus bekerja keras dan saling mendukung dalam mewujudkan Tulungagung yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.
Berbagi Menjadi Amal, Kepedulian Menjadi Kebiasaan
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap kegiatan doa bersama dan santunan anak yatim serta duafa dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar penyerahan santunan, kegiatan ini diharapkan menjadi penguat pesan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama dan perhatian kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Doa bersama pun menjadi penutup kegiatan, dengan harapan agar setiap bantuan membawa keberkahan, mempererat persaudaraan, serta menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat.
Sebab, di balik setiap santunan, ada harapan yang ingin dijaga. Dan di balik kepedulian, ada masa depan yang layak diperjuangkan bersama.
(Yk)














