![]() ![]() |
| Foto: Han’s |
JEMBER – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kabupaten Jember, menggelar dialog Interaktif Mental Berbasis Keluarga. Yang di gelar di Pendopo Balai Desa Glagah Wero, Kec. Kalisat, Sabtu (27/2/2016). Adapun acara ini di hadiri oleh Drs. Ayub Khan M.si, Komisi IX DPR RI, Edi Rismanto perwakilan BKKBN Provinsi serta Kepala BKKBN Kabupaten Jember. Undangan yang hadir sekitar seratus lima puluh (150) orang.
Dalam dialog tersebut, kepala BKKBN, Surya Chandra Surapati, lebih menekankan pada Penguatan Pemahaman 8 fungsi keluarga di antaranya, Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Sosial Pendidikan, Fungsi Kesehatan Reproduksi, Fungsi Ekonomi, Fungsi Lingkungan, Fungsi kasih sayang keluarga sebagai pelindung pertama dan kokoh dalam memberikan kebenaran dan keteladanan serta keturunan.
Surya menambahkan, pembinaan anak usia dini melalui Bina Keluarga Balita ( BKB ), kolistik untuk membentuk karakter sejak dini.pembinaan remaja melalui keluarga atau Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Generasi Berencana (GENRE). Serta Pembinaan Keluarga Sejahtera bagi keluarga yang memiliki Lansia serta Pengembangan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS), tambahnya.
Drs. Ayub Khan, saat di temui awak media menjelaskan bahwa, Keluarga Berencana(KB), di era orde baru dengan semboyan dua anak cukup sebenarnya cukup efektif, ini adalah sebenarnya perjalanan sejarah di jaman orde baru system pemerintahan belum ada Otonomi Daerah,di Era Reformasi sekarang sudah ada Otonomi Daerah dan akan menghidupkan kembali program dua anak cukup,dalam hal ini Komisi IX tahu bahwa masih ada kurang lebihnya. Bila di lihat dalam masa Orde Baru dalam penerapan dua anak cukup itu di akui memang lebih baik, pungkasnya.(Dra/Edi)














