TULUNGAGUNG, RADAR-X.net – Toko grosir jajanan yang kurang higienis ditemukan di gudangnya banyak jejak kotoran-kotoran tikus.
Hal ini diungkap Masduki Kepala Kefarmasian dan Perbekalan Medis Dinas kesehatan Tulungagung, usai melakukan inspeksi stok dan kelalaian toko grosir jajanan yang diperjualbelikan pedagang, terutama toko grosir yang memperjuangkan jajanan menjelang Lebaran.
“Kami temukan gudang penyimpanannya kurang higienis. Banyak kotoran tikus. Ini bisa membahayakan kesehatan pembeli yang mengkonsumsinya,” ujar Masduki, Senin (27/3/24).
“Kotoran, bulu, dan kencing tikus bisa berbahaya, lantaran mengandung sejumlah virus, seperti antavirus, salmonella dan leptospirosis,” tambahnya.
Masduki juga mengatakan, akan diberikan sanksi pada distributor yang gudangnya ditemukan kotoran tikus.
“Kami beri waktu sekitar satu pekan untuk pembenahan atau kebersihan,” ujarnya.
Selain masalah kebersihan dan kurang higienis, juga banyak ditemukan produk jajanan yang tidak dilengkapi informasi atau tanggal kedaluwarsa.
Informasi itu terkait dengan produsen jajanan, bahan jajanan, masa kedaluwarsa, dan nomor produksi Pangan Industri Rumah Tangga.
“Hal itu dilakukan untuk mengawal mutu kesehatan pangan dan melindungi konsumen, baik yang dikonsumsi maupun dijual secara kemasan,” ungkap Masduki.
Usai memberikan teguran, ia memastikan pihaknya akan melakukan pengawasan dan inspeksi berkala, terutama jelang bulan suci Ramadhan menjelang Lebaran mengingat peredaran jajanan akan meningkat.
“Dinas kesehatan Tulungagung memastikan seluruh jajanan, makanan kemasan serta minuman yang terjual di pasaran aman dikonsumsi dan setiap toko memiliki prosedur keselamatan makanan,” pungkasnya.
(tri)














