Sosial

Bantuan Sosial Di Pamekasan, Diduga Disunnat Oleh Oknum Pemerintah Desa

×

Bantuan Sosial Di Pamekasan, Diduga Disunnat Oleh Oknum Pemerintah Desa

Sebarkan artikel ini

Madura-Pamekasan, Radar x. net – Penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) yang bersumber dari BLT BBM dan Sembako tahap 2 di Desa Campor Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, diduga terindikasi disunnat oleh oknum Pemerintah Desa setempat hingga ratusan ribu rupiah, Selasa, (28/11/2022).

Berdasarkan penelusuran awak media Radar x. net dilapangan, Selain batuan sosial tersebut di sunnat, pihak penyalur hanya memberikan beras dengan berat 5Kg, Telur sebanyak 1 Setengah Kg, dan Kacang sebanyak Setengah Kg. Yang jika dikalkulasi tidak sampai pada angka bantuan yang harus diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan nominal yang seharusnya diterima, yaitu sebesar Rp.600.000,-.

Sementara, dalam surat undangan tertera bahwa penerima bantuan sembako sebesar Rp600.000 tanpa pemotongan dengan alasan apapun

Selain bantuan sembako, warga juga menerima Bantuan Subsidi BBM sebesar Rp300.000. warga yang mestinya menerima 900ribu secara utuh dipotong dengan jumlah yang variatif.

Hal tersebut terungkap setelah penerima hak merasa ada kejanggalan, sebagaimana diakui oleh salah satu warga Dusun Sorok Desa setempat.

Menurutnya, warga setempat,. Inisial (R) bahwa Bantuan sembako tersebut tidak sepadan dengan jumlah uang yang semestinya

“Coba saja di hitung pak, berasnya ini berapa, ditambah telur dan ditambah harga Kacang, berapa, ini tidak sampai 600 pak. Jadi ini jelas ada pemotongan,” kata dia protes. Selasa, (28/11/2022).

Senada diutarakan oleh warga asal Dusun Gluguh desa setempat, dan menurutnya Bantuan tersebut diduga telah disinyalir ada adanya penyimpangan.

“gimana mau sejahtera masyarakat pak, kalau bantuan saja disunnat. Seperti ada warga yang menerima 300 ada sebagian Rp. 500 ribu, waktu saya tanya ke pak kelebun, pihaknya mengaku tidak tahu soal itu,” Paparnya

Sementara, Syaiful, salah satu Pendamping PKH Kecamatan Proppo, pihaknya mastikan bahwa penyaluran bantuan tersebut aman-aman saja.

“Jika ada isu PKH dipotong, itu tidak benar mas, kami pastikan tidak ada pemotongan sepeserpun dalam Penyaluran PKH, karna kami mengawasi langsung prosesnya,” tegas Syaiful.

“Jadi kalau PKH memang tidak akan sama antar keluarga A dan Keluarga B, ya tergantung jumlah anak dan jenjang pendidikan si anak, begitu, jadi yang jelas sekali lagi kami jelaskan bahwa yang diterima tidak akan sama karena tergantung jumlah anak dan jenjang pendidikan,” terangnya.

Sementara terkait Bansos Sembako dan BLT-BBM BBM Kepala Desa (Kades) Campor Faisal memilih irit bicara,

Hingga berita ini ditulis, Faisal Kades Campor, belum memberikan yang resmi terkait dugaan pemotongan Bantuan Sosial terhadap Masyarakat.

(Korwil Madura/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page