Investigasi

Bansos Pembangunan RKB Yayasan Al-Azhar Ajung Diduga Dikerjakan Asal-asalan

140
×

Bansos Pembangunan RKB Yayasan Al-Azhar Ajung Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Sebarkan artikel ini

JEMBER, RADAR-X.net – Salah satu dari banyaknya pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur bansos provinsi Jawa Timur, yang dilaksanakan di Ajung Jember, menuai konflik.

Pasalnya, pelaksanaan pembangunan gedung RKB Yayasan Al-Azhar dusun Gumuk Kerang desa Ajung kecamatan Ajung Jember, menjadi isu perbincangan masyarakat setempat. Karena kuat diduga pelaksanaan proyeknya asal-asalan. 

Seperti disampaikan oleh warga setempat yang tidak mau namanya disebutkan bahwa, proyek bansos untuk pembangunan gedung RKB Yayasan Al-Azhar ini pengerjaannya sempat terhenti selama dua Minggu.

“Berawal saat itu ada pengiriman matrial kayu dari pihak pemborong yang ukuran kayunya tidak sesuai dengan yang ada di RAB. Karena tidak sesuai kemudian matreal itu di tolak, tujuannya agar supaya diganti dengan matrial yang sesuai RABnya, setelah penolakan matrial itu, besoknya alat-alat pertukangannya diangkut dan dibawa semua, dan pihak pemborong proyek bansos ini menghentikan kegiatannya, kalau tidak salah mulai dihentikan pengerjaannya itu pada 7 Februari mas,” ungkap Warga.  

“Setelah kurang lebih sekitar 2 mingguan  proyek ini dikerjakan lagi dengan mempekerjakan tukang orang lain, bukan tukang yang pertama mengerjakan ini, cuma saya sesalkan hasilnya/kualitas yang dihasilkan jauh dari harapan kami, sambil menunjuk pasangan gording yang menggunakan bambu. Selain itu juga adonan pasir menggunakan campuran kapur mas,” ujar warga pada awak media, Senin 15 Februari 2021.

Sementara Umam pemborong proyek Bansos hasil usulan Gus Fawait anggota DPR Provinsi Jatim saat dikonfirmasi awak media melalui telefon selulernya menjawab bahwa, “kalau urusan pekerjaan sampeyan hubungi P Tris saja mas, ya kalau sampeyan mau ngopi-ngopi bareng sama saya monggo mas, itu kan bisa diatur,” kata Umam.

Sedangkan, Tris saat dikonfirmasi melalui telefon selulernya mengatakan, “mana ada pakai bambu”, bahkan Tris terkesan mengancam media kalau sampai menulis tentang gording menggunakan bambu. “Jika saat sidak tidak ada bambu akan saya tuntut balik kamu,” ancamnya melalui sms WA nya.

Ironisnya, Tris tidak tau kalau foto gording yang pakai bambu itu adalah kiriman awak media pada Umam pemborong pada 14 Maret untuk keperluan konfirmasi pemberitaan.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pada Selasa siang bambu itu lalu dicopot, entah diganti atau tidak kurang begitu memperhatikan, yang pasti saat bambu itu dicopot, awak media kebetulan dilokasi kegiatan dan sempat mengambil gambar sebagai dokumentasi.

Yang menjadi pertanyaan kami sebagai awak media adalah, kalau seandainya perihal gording yang menggunakan bambu pada pembangunan proyek bansos untuk Yayasan Al-Azhar Ajung tersebut tidak dikonfirmasikan oleh media, apakah pihak pemborong tidak akan menggantinya dengan kayu? Herannya kemana saja pengawas pelaksanaan proyek tersebut hingga tidak mengetahui pemasangan gording dari bambu?. (Ltif) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page