Untuk tahap awal, tambah Haizir, ATM Setor Tarik telah tersedia pada tiga lokasi di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Untuk Kota Banda Aceh, layanan ATM Setor Tarik sudah dapat digunakan di Galeri ATM Kantor Pusat Operasional, dan Galeri ATM Cabang Banda Aceh. Sementara untuk wilayah Aceh Besar telah tersedia di Galeri ATM Cabang Pembantu Lambaro. Penambahan mesin akan dilakukan secara bertahap dan terukur.
“Kami terus melakukan pemetaan terhadap lokasi-lokasi yang strategis untuk layanan ATM Setor Tarik agar penggunaannya benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh nasabah,” kata Haizir.
Di samping itu, infrastruktur ini juga diharapkan mampu meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga melalui strategi retail funding.
Haizir melanjutkan, nantinya kehadiran ATM Setor Tarik diharapkan mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat Aceh.
“Diversifikasi produk Ini sejalan dengan keinginan pemegang saham. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan mendorong perbankan tanah air untuk terus mendigitalisasi layanan sehingga nasabah semakin mudah bertransaksi tanpa harus ke kantor cabang. Apalagi di tengah pendemi seperti saat ini,” ungkap Haizir.
Haizir juga menjelaskan, kehadiran 3 ATM Setor Tarik Bank Aceh nantinya akan melengkapi layanan unit ATM Bank Aceh yang saat ini mencapai 308 unit dengan sebaran di seluruh Aceh dan Kota Medan.
“Dengan jaringan kantor yang luas, kehadiran infrastruktur ini kami harapkan juga dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat di tengah pandemi,” tambah Haizir.
QRIS Segera Diluncurkan.














