BeritaLingkunganPariwisata

Bambang : Surganya Jember Ada Di Kec. Sukorambi, Sarana Perlu Perbaikan

×

Bambang : Surganya Jember Ada Di Kec. Sukorambi, Sarana Perlu Perbaikan

Sebarkan artikel ini
Bambang : Surganya Jember Ada Di Kec. Sukorambi, Sarana Perlu Perbaikan
Bambang Rudianto, Camat Sukorambi (Foto:Rul) 

JEMBER – Kec. Sukorambi Jember Jawa Timur, salah satu yang ditetapkan jadi daerah jujugan wisata, yang dikenal dengan keindahan alamnya yang masih alami dan segar, serta dikelilingi dua gunung, yakni Argopuro dan Ijen, dimana ada hamparan kebun kopi yang memiliki rasa tersendiri dibanding yang lain, baik domistik maupun mancanegara. 
“Kita akan memberdayakan potensi wisata yang ada, kita telah sharing dengan stack holder yang ada, mulai masyarakat, perangkat desa, pihak kebun dan sebagainya, insaAllah diDurjo itu ada View yang sangat indah sekali. Ada taman Surga/Firdaus kalau dipandang mata indah sekali, dikelilingi hamparan gunung Argopuro dan Ijen yang menyambung ke Bondowoso, semua akan kita kelola sebaik mungkin agar menjadi Pendapatan Asli Daerah(PAD) Jember,” terang Bambang Rudianto, Camat Sukorambi. 
Dijelaskannya, Ke arah selatan sedikit Karang pring, ada hamparan taman bunga mawar merah merontah dengan keharumannya yang khas, apabila kita ditengah hamparan tersebut, seakan di Surga Firdaus, selatan sedikit ada taman Botani yang khas dengan airnya yang sangat alami, barat sedikit tepatnya Desa Dukuhmencek kerajinan tangan dari bambu. 
“Bayangkan, ada berapa desa yang memiliki nilai potensi yang tinggi sekali, desa Karang pering, dengan kebun Durjo yang sangat indah sekali dan masih alami, kebawah sedikit hamparan kebun bunga mawar dengan warna merah merontah, dan sangat indah terbentang, keselatan lagi ada taman Botani yang masih asli dan alami airnya, ada air minum alamo yang rasanya berbeda dengan air yang telah beredar rasanya, bahkan di desa Dukumencek, ada warga pengrajin dari bambu yang telah cukup lama dikenal.” Jelasnya. 
“Sebelum ke lokasi, kita sambut di Pendopo Kecamatan dengan janger, jaranan, dan sebagainya, bahkan nantinya para wisatawan akan dikawal sampai lokasi, yang jadi perhatian lagi adalah sarana dan prasarana jalan yang memang perlu perbaikan untuk menuju akses jalan tersebut, contohnya, di Malasyia, wisata kalah dengan Indonesia, namun di Malasyia jalan menuju lokasi mulus, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung.” Pungkasnya. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page