

BONDOWOSO, radar-x.net – Sejumlah jurnalis yang tergabung dari berbagai organisasi PWI, AJI, dan Media Online, Media Cetak se-Kabupaten Bondowoso menggelar aksi solidaritas 1000 Lilin Menolak Kekerasan terahadap Media Radar Bogor di Monomen Gerbong Maut. Senin (04/06/2018) malam.
Pasalnya, aksi tersebut sebagai respon atas penggerudukan yang dilakukan oleh massa PDIP terhadap kantor Radar Bogor pada Rabu lalu. Aksi ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap apa yang telah dialami rekan insan pers Radar Bogor, termasuk perbuatan pidana yang sangat mengancam demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.
“Dengan adanya Aksi Solidaritas yang di gelar di monomen Gerbong Maut adalah bentuk Solidaritas rekan Kami yang ada di wilayah Bogor salah Satu Bentuk Menolak Anti kekerasan terhadap Rekan kita oleh oknum yang ada di wilayah Bogor,” kata Haryono Ketua PWI Bondowoso.


Haryono menyatakan, bahwa Aksi Damai ini adalah bentuk Solidaritas seluruh Media yang ada di Kabupaten Bondowoso. “Harapan saya selaku Ketua PWI Bondowoso agar tidak ada kekerasa terhadap rekan-rekan jurnalis khususnya di Kab. Bondowoso,” harapnya.
Haryono menjelaskan, selain melakukan aksi solidaritas ini, para jurnalis Bondowoso juga mengeluarkan pernyataan sikap. Mereka mengutuk tindakan aksi penggrudukan kantor Radar Bogor beberapa hari lalu oleh simpatisan PDIP setempat. Karena langkah itu merupakan bentuk kriminalisasi terhadap Insan pers.
Baca juga: Puluhan Jurnalis Tangerang Gelar Aksi Solidaritas


Di tempat yang sama Ketua AJI Kota Jember Friska Kalia, menyatakan pihaknya mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan oleh kader dan simpatisan PDIP di ruang redaksi Radar Bogor. “Kami mendesak kepolisian mengusut tuntas aksi kekerasan terhadap Media Radar Bogor dan memprosesnya secara hukum yang berlaku,” tegasnya. (Nuzul)














