Bondowoso, Radar-X.net – Asa baru mengalir di antara Desa Gayam dan Desa Lanas, Kecamatan Botolinggo. Pemerintah Kabupaten Bondowoso meresmikan jembatan gantung penghubung dua desa tersebut pada Rabu (19/6), membuka akses vital yang selama ini terputus terutama saat musim hujan.
Peresmian ini dipimpin langsung oleh Bupati Bondowoso, Drs. KH. Abdul Hamid Wahid, yang menyebut jembatan gantung ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi simbol hadirnya negara untuk menjawab kebutuhan masyarakat pedesaan.
“Pagi ini kita menyaksikan salah satu bentuk nyata dari hadirnya negara dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah, sekaligus memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Lebih dari sekadar menghubungkan dua titik geografis, jembatan ini membuka jalan bagi ekonomi lokal, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Bupati menegaskan, keberadaan jembatan ini menjadi harapan nyata yang mengalir bagi warga di dua desa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Terutama saat musim hujan, warga sering terisolasi. Kini, dengan jembatan ini, mobilitas mereka jauh lebih mudah dan aman,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPR RI Komisi I, Ir. H. Sumar Abdullah, yang turut mendorong terwujudnya proyek ini.
“Terima kasih kepada Bapak Ir. Sumail Abdullah dari Dapil III Situbondo–Bondowoso–Banyuwangi atas perhatian dan dukungannya bagi kemajuan Bondowoso,” katanya.
Ucapan serupa ditujukan pula kepada putra beliau, Bima Abdullah, yang turut hadir dan menyatakan komitmennya dalam mendukung pembangunan infrastruktur ke depan.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga jembatan ini bersama-sama, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap aset pembangunan.
“Jangan hanya menjadi pengguna, tapi juga penjaga. Dengan gotong royong, insya Allah akan semakin banyak kemajuan yang kita raih,” pungkasnya.
Peresmian jembatan ini sejalan dengan visi Bondowoso BERKAH Berkualitas, Akseleratif, dan Holistik yang menekankan pentingnya kolaborasi dan kerja nyata dalam pembangunan daerah.














