BeritaDaerah

Demo Tuntut Pilkades di Sampang Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Ketua DPRD Tak Temui Massa

×

Demo Tuntut Pilkades di Sampang Ricuh, Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Ketua DPRD Tak Temui Massa

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, RADAR-X.Net — Ribuan massa dari berbagai penjuru desa di Kabupaten Sampang menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor DPRD Sampang, Selasa (28/10/2025).

Aksi yang digalang oleh Forum Aktivis Madura dan Aliansi Masyarakat Desa Bersatu itu menuntut agar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) segera digelar pada tahun 2026.

Sejak siang sekira pukul 13.00 WIB, ribuan demonstran memadati area depan kantor dewan dengan membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan desakan agar DPRD dan Pemkab Sampang tidak menunda-nunda pelaksanaan Pilkades.

Massa juga meminta agar lembaga legislatif segera mengambil langkah nyata untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat desa. Namun suasana aksi yang semula berlangsung damai berubah tegang ketika Ketua DPRD Sampang, Rudi Kurniawan tak kunjung menemui massa.

Kekecewaan massa memuncak karena mereka merasa diabaikan oleh para wakil rakyat yang mestinya menjadi jembatan aspirasi masyarakat.

“Kami datang untuk menyuarakan hak-hak rakyat desa. Tapi Ketua DPRD tidak punya nyali untuk menemui kami,” teriak korlap aksi, Mauzul, dalam orasinya.

Ketegangan semakin meningkat saat massa berusaha menerobos barikade aparat keamanan yang berjaga di depan gerbang kantor DPRD. Upaya dorong-mendorong pun tak terhindarkan. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan yang mulai tak terkendali.

Aksi saling lempar pun terjadi antara massa dan aparat. Beberapa demonstran terlihat mundur ke arah jalan raya sambil berusaha menghindari gas air mata yang menyelimuti area gedung DPRD.

Meski sempat ricuh, perwakilan massa akhirnya ditemui oleh Wakil Bupati Sampang bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan tertulis yang ditandatangani oleh Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD, dan sejumlah anggota dewan yang hadir.

Korlap aksi, Mauzul, menyebut bahwa demonstrasi ini merupakan bentuk perjuangan konstitusional masyarakat desa untuk menegakkan hak demokrasi mereka.

“Kami hanya ingin Pilkades segera digelar sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Kami tetap menjunjung tinggi kedamaian, tapi jangan salahkan rakyat kalau mereka muak dengan janji-janji kosong,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, Ketua DPRD Sampang Rudi belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadirannya dalam menghadapi massa aksi.

(Faris)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page