Banyuwangi, radar_x.net – Kebakaran yang melanda sebuah pabrik triplek di Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, kembali membuka luka lama terkait lemahnya pengawasan dan implementasi standar keselamatan kerja di sektor industri. Insiden ini, yang diduga kuat disebabkan oleh kelalaian perusahaan, memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengecekan rutin yang diklaim telah dilakukan. Senin (27/10/2025).
Menurut informasi yang dihimpun, percikan api yang mengenai oil menjadi pemicu utama kebakaran. Sumber api diduga berasal dari mesin penggilingan yang menurut pengakuan pihak perusahaan, telah diperiksa secara rutin setiap minggu. Namun, fakta bahwa kebakaran tetap terjadi menimbulkan keraguan akan kualitas dan ketelitian pengecekan tersebut.
“Jika pengecekan rutin benar-benar dilakukan dengan standar yang memadai, seharusnya potensi kerusakan atau masalah pada mesin dapat terdeteksi lebih dini. Misalnya, kebocoran kecil pada saluran oli atau kabel yang terkelupas bisa diidentifikasi dan diperbaiki sebelum memicu percikan api. Mengapa kebakaran tetap bisa terjadi?” tanya seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.
Ketiadaan alat pemadam kebakaran di lokasi kejadian semakin memperparah situasi. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya lalai dalam perawatan mesin, tetapi juga abai terhadap penyediaan fasilitas keselamatan yang seharusnya menjadi prioritas utama.
Budi, bagian administrasi perusahaan Play Wood Glenmore, mengklaim bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik yang mengenai bahan bakar oli. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan telah rutin melakukan pengecekan mesin setiap minggu oleh ahli mekanik dan kelistrikan. Namun, pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut.
“Jika memang ada ahli mekanik dan kelistrikan yang rutin melakukan pengecekan, mengapa korsleting listrik bisa terjadi? Apakah pengecekan tersebut hanya formalitas belaka tanpa adanya tindakan perbaikan yang signifikan? Contohnya, apakah ahli kelistrikan benar-benar memeriksa kondisi isolasi kabel secara berkala atau hanya sekadar melihat secara visual?”
Pihak kepolisian Glenmore telah memasang garis polisi dan melakukan investigasi lebih lanjut. Masyarakat berharap agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan menyeluruh, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
Kejadian ini harus menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan dinas terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan penegakan hukum terkait keselamatan kerja di sektor industri. Sanksi tegas harus diberikan kepada perusahaan yang terbukti lalai dan melanggar standar keselamatan kerja.
“Jangan sampai kejadian serupa terulang kembali. Nyawa manusia dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan ekonomi semata,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat. (eko)














