Peristiwa

BBM di Jember Terhambat, Rakyat Menjerit, Gus Rivqy Desak Pertamina Bergerak Cepat

×

BBM di Jember Terhambat, Rakyat Menjerit, Gus Rivqy Desak Pertamina Bergerak Cepat

Sebarkan artikel ini

Jember – Distribusi BBM ke wilayah Jember terganggu akibat proyek perbaikan jalan di jalur Gumitir serta kemacetan parah di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim, mendorong PT Pertamina segera mengambil langkah antisipatif agar kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.

Rivqy mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima berbagai laporan dari masyarakat sejak Sabtu (26/7) mengenai keterlambatan pengiriman BBM. Ia pun langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina, Simon Mantiri, untuk meminta penanganan cepat.

“Kita tidak bisa membiarkan keterlambatan distribusi BBM ini berlarut-larut. Saya sudah menghubungi Dirut Pertamina agar memastikan distribusi kembali normal secepat mungkin,” kata Rivqy, Minggu (27/7).

Kondisi yang menghambat distribusi BBM tersebut disebabkan oleh proyek perbaikan jalan di Gumitir yang diperkirakan berlangsung selama dua bulan, serta kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang yang memperlambat arus kendaraan pengangkut BBM.

Menurut Rivqy, perencanaan infrastruktur harus disertai dengan strategi distribusi yang matang, terutama untuk pasokan energi vital seperti BBM.

“Jika akses dari Terminal Banyuwangi terganggu, maka Pertamina seharusnya bisa mengalihkan sementara distribusi dari depot lain seperti Malang atau Surabaya. Cadangan BBM juga mestinya diperbesar sebelum perbaikan jalan dimulai,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa keterlambatan distribusi BBM bukan hanya soal teknis logistik, tapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi lokal dan kenyamanan hidup masyarakat. Warga mengalami kesulitan dalam mobilitas, aktivitas ekonomi tersendat, dan sebagian bahkan mengalami kepanikan karena kekhawatiran akan kelangkaan BBM.

“Saya tidak hanya menyampaikan keluhan warga, saya adalah bagian dari mereka. Saya akan terus mengawasi dan memastikan persoalan ini selesai, serta tidak terulang lagi,” tandas Rivqy.

Ia juga meminta PT Pertamina memperkuat sistem manajemen risiko dan komunikasi krisis, agar masyarakat tidak menjadi korban dari kelambanan antisipasi distribusi energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page