Berita

Ribuan Massa Blokade Jalan Nasional di Sampang, Tuntut Pilkades Digelar

×

Ribuan Massa Blokade Jalan Nasional di Sampang, Tuntut Pilkades Digelar

Sebarkan artikel ini
Ribuan Massa Memblokade Jalan Nasional di Pantura Sampang. (Foto: Varies)

SAMPANG, RADAR-X.Net – Selama 2 jam lamanya ribuan massa memblokade jalan nasional Tanjung Bumi Sumenep sehingga aktivitas jalan lumpuh total.

Ribuan massa yang mengatasnamakan Aliansi Banyuates Tangguh (Alibata) melakukan aksi demo di depan kantor Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu (09/04/2025)

Ribuan massa tersebut menuntut Pilkades digelar pada tahun 2025 di 143 desa yang tersebar di Kabupaten Sampang.

Ribuan massa berteriak bahwa Pilkades di Sampang harus digelar tahun 2025. Mereka berteriak bahwa H Slamet Junaidi selaku Bupati Sampang jangan berkhianat.

“Pilkades segera digelar pak tahun 2025, masak demokrasi dirampas begitu saja. Waktu tahun 2021 ditunda tahun 2025, kok malah sekarang mau ditunda lagi,” teriak ribuan massa.

Hanafi Korlap Aksi juga menyuarakan bahwa Pilkades tahun 2025 harus segera dilaksanakan di Sampang. Ia meminta H Slamet Junaidi selaku Bupati Sampang harus tegas dan jangan jadi penghianat.

“Bupati Sampang, H IDI ini harus tegas Pilkades di 143 desa di Sampang. Harus segera dilaksanakan, ayo pak jangan jadi penghianat,” tutur Hanafi saat ber-orasi.

Hanafi juga meminta agar Pj Kades di Banyuates Sampang. Jangan asal diganti, harus mematuhi aturan Perbup No 27 tahun 2021.

“Pj Kades jangan asal diganti pak, harus mengikuti aturan yang ada Perbup No 27 Tahun 2021. Evaluasi itu setiap enam bulan sekali, kenapa di Banyuates baru tiga bulan sudah diganti. Kalian jangan khianati rakyat,” teriaknya.

Hanafi juga berkata bahwa H Slamet Junaidi dan kroni-kroninya mau membuat kebijakan gila ialah Pilkades mau ditunda sampai tahun 2027. Sehingga ada indikasi jual beli jabatan Pj Kades yang besarannya Rp 100 juta hingga Rp 200 juta.

“Jangan sampai Pilkades ditunda lagi, apalagi sampai tahun 2027. Memang anda mau memuluskan niat jahatnya dengan menjual beli jabatan Pj Kades yang harganya Rp 200 juta. Pokoknya KPK harus turun tangan,” tegas Hanafi.

Sementara itu suasana semakin memanas hingga terjadi pembakaran ban truck di Jalan Nasional Tanjung Bumi Sumenep. Akhirnya Sudarmanta selaku Kepala DPMD Sampang menemui massa ia pun mengungkapkan bahwa Pilkades di Sampang mau digelar secara serentak tahun 2027.

“Pilkades di Sampang mau digelar secara serentak di Sampang tahun 2027. Kita tidak mau menggelar Pilkades eceran,” ungkap Sudarmanta setelah itu lari ke dalam kantor Kecamatan Banyuates karena massa tak terkendali hingga terjadi pelemparan air mineral.

Massa pun berteriak Sudarmanto bodoh jangan lari pak hingga membuat Sudarmanta gemetaran.

“Sudarmanto bodoh, masak 143 desa dianggap eceran. Jangan lari pak tolong temui kami,” tegas ribuan massa aksi.

Beberapa massa sempat ricuh dengan Polisi, saling pukulpun tak terhindarkan. Namun, berhasil diredam.

Perlu diketahui ada sekitar empat tuntutan yang dibacakan oleh Korlap Aksi.

1. LAKSANAKAN PEMILIHAN KEPALA DESA 2025 di 143 di Kabupaten Sampang

2. APH USUT TUNTAS SINDIKAT JUAL BELI JABATAN PJ KADES DI
KECAMATAN BANYUATES

3. KEMBALIKAN DAN AKTIFKAN KEMBALI PJ YANG SUDAH DIGANTI, DAN
CABUT SK PENGANGKATAN PJ YANG BARU DI SK, DAN TIDAK ADA LAGI PERGANTIAN PJ KADES KEDEPANNYA.

4. CAMAT BANYUATES HARUS BERTANGGUNG JAWAB , HENGKANG PAK
CAMAT DARI KECAMATAN BANYUATES.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page