Aceh Tenggara, Radar-x.net – Baitul Mal Aceh Tenggara telah menyalurkan dana Zakat, Infaq, dan Sadaqah (ZIS) Tahap II secara simbolis kepada Mustahiq, Mualaf, Ibnu Sabil, dan Gharimin.
Penyaluran dana ini dilakukan oleh Pj Bupati Syakir di Oproom Setdakab pada Jum’at 19 Juli 2024.
Kepala Baitul Mal Aceh Tenggara, Sufian Husni menyatakan, bahwa penyaluran dana ZIS Tahap II ini merupakan lanjutan dari agenda penyaluran Tahap I pada April 2024 yang dihimpun dari ZIS para ASN dengan total dana sebesar 2,5 miliar rupiah.
Jumlah penerima ZIS Tahap II meliputi 20 orang mualaf yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 2.500.000.
Selain itu, penerima Ibnu Sabil terdiri dari 350 santri Dayah dalam daerah, 390 santri Dayah luar daerah, 300 mahasiswi dalam daerah, dan 650 mahasiswa luar daerah, yang masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 1.200.000.
Mahasiswa luar negeri sebanyak 30 orang dan 10 mahasiswa S2 dan S3 masing-masing mendapatkan bantuan sebesar Rp 3.000.000.
“Bantuan ZIS tahap kedua ini kami salurkan kepada 1.730 orang yang sudah memenuhi syarat,” kata Sufian Husni
Pejabat Bupati Aceh Tenggara, Syakir, menyatakan bahwa Pemkab Agara mendukung penuh penyaluran ZIS melalui Baitul Mal Aceh Tenggara dan mengapresiasi konsistensi Baitul Mal Kabupaten dalam menjaga amanah umat.
“Kami berharap para mustahiq tidak melihat besaran nominal zakat yang disalurkan, tetapi melihat ketulusan para ASN dalam berbagi. Gunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk perekonomian keluarga,” ucap Syakir.
Salah satu penerima bantuan, Putri Silvia, seorang mahasiswi Staises Usman Safri, menyampaikan rasa syukurnya karena telah menerima bantuan ZIS sebesar Rp 1.200.000. Bantuan ini akan digunakan untuk kebutuhan biaya perkuliahan.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu biaya perkuliahan saya. Saya berharap ke depan nominal bantuan ZIS akan lebih meningkat,” harapnya.
Penyaluran dana ZIS Tahap II oleh Baitul Mal Aceh Tenggara menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya para mustahiq dan mahasiswa.
Dukungan dari pemerintah daerah dan ketulusan para ASN menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini.














