Aceh Tenggara, Radar-x.net – Banjir di Aceh Tenggara kini semakin meluas melanda 56 desa di tiga belas kecamatan akibat tanggul jebol hingga air meluap ke pemukiman warga.
Kalaksa BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi mengatakan, sebelumnya banjir hanya merendam 46 desa di sebelas kecamatan. Akibat Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Aceh Tenggara.
“Beberapa tanggul sungai jebol, sehingga air meluap ke rumah warga, fasilitas umum dan hujan juga mengakibatkan terjadinya longsor,” kata Asbi kepada Radar-x.net, Sabtu 12 Oktober 2024.
Asbi menyebutkan, dampak luapan air sungai Lawe Kinga juga mengakibatkan terganggunya akses jalan Kutacane – Medan yang berada di Desa Kuning I Kecamatan Bambel, karena tersumbatnya gelondong kayu dan material bebatuan di bawah jembatan.
Kemudian, telah terjadi longsor di Desa Bun-Bun Alas Kecamatan Leuser dan Desa Kati Maju Kecamatan Ketambe yang juga sempat menghambat akses lalu lintas jalan Gayo Lues – Kutacane.
“Jalan lintas nasional Gayo Lues – Kutacane sudah bisa dilalui,” sebutnya.
Asbi mengaku, dampak banjir mengakibatkan jebolnya tanggul di desa lawe hijo, tanggul sungai lawe alas di desa bambel gabungan, tanggul sungai lawe kinga desa buah pala, tanggul sungai lawe bulan di desa pancar iman, tanggul sekaligus badan jalan di desa biak muli baru tergerus air sungai lawe kisam, tanggul sungai lawe alas didesa darul amin tergerus air
Selain itu, banjir juga menghanyutkan jembatan gantung jambur mamang, oprit badan jalan di desa pulonas baru dan tanggul sungai pengaman jembatan pante dona juga tergerus banjir.
Selanjutnya, oprit jembatan silayakh desa pedesi ambruk, oprit jembatan pante barat, oprit badan jalan lawe sikap, oprit badan jalan terutung kute, oprit jembatan lawe sikap mengalami abrasi dan badan jalan jembatan kandang mbelang mandiri menuju desa lawe kulok tergerus banjir sedalam 1 meter.
Badan jalan di desa lawe hijo tertimbun material batu dan tanah sepanjang 200 meter dengan kedalaman 50 centimeter dan tersumbatnya jembatan Kuning I dikarenakan golondongan kayu.
Longsor juga terjadi di jalan lintas nasional di desa kati maju, badan jalan di desa bun-bun alas kecamatan leuser tertimbun longsor, badan jalan lintas Gayo Lues-Kutacane di desa lawe mengkudu kecamatan ketambe juga tertimbun longsor dan badan jalan lintas Gayo Lues-Kutacane terancam amblas akibat gerusan air sungai alas di desa bale lutu kecamatan ketambe.
Kemudian, lahan perikanan warga rusak berat, lahan perkebunan dan lahan pertanian di kecamatan darul hasanah di desa mamas, mamas baru, lawe mamas indah, tanjung leuser, tanjung baru dan tanjung lama sekitar 49,5 Ha terdampak.
“Air juga masih menggenangi fasilitas umum di kecamatan babul rahmah masjid nurul kiram, SD Negeri tuhi jongkat dan Tk negeri satu atap,” ujar Asbi.
Asbi mengungkapkan, tercatat data korban terdampak banjir saat ini 3.692 jiwa dari 970 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut tersebar di 56 desa dari 13 Kecamatan di Aceh Tenggara.
“Ada 7 unit rumah rusak berat, 2 unit rumah rusak sedang dan 5 unit rumah rusak ringan, akibat dampak banjir,” sebutnya.
Kata Asbi, air sudah mulai surut, tanggul yang jebol masih dalam pekerjaan.
Dia mengatakan, tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka atas kejadian ini. Upaya dilakukan pihak BPBD saat ini menurunkan tiga unit excavator untuk melakukan normalisasi tanggul yang jebol untuk mengantisipasi akan terjadi banjir susulan, dan terus melakukan pendataan terhadap rumah warga terdampak banjir.
Serta melakukan pembersihan longsor di desa kati maju, memasang tenda di desa lawe hijo metuah dan melakukan rapat koordinator lintas sektor penanganan bencana banjir.
“Kita setiap hari sudah mengerahkan anggota TRC BPBD ke lokasi untuk terus melakukan pendataan,” tukasnya.












