BeritaSosialTerbaru

Kisah Pilu Sudirman Warga Agara, Enam Tahun Lumpuh, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

193
×

Kisah Pilu Sudirman Warga Agara, Enam Tahun Lumpuh, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Photo, Sudirman (64) terbaring terkulai lemas di dampingi Kepala Desa Penampaan Erfan.

Aceh Tenggara, Radar-x.net – Kisah pilu Sudirman (64) seorang warga Aceh Tenggara (Agara) Desa Penampaan Kecamatan Deleng Pokhkisen terkulai lemas tak berdaya karena sakit yang ia derita.

Dirumah sederhana yang berukuran 6×8 meter, berdinding kayu dan tembok (semipermanen) berlantai semen, beratap seng, tampak beberapa atap rumahnya berlubang.

Saat Radar-x.net datang menghampiri, terlihat Sudirman (64) sedang tidur menggunakan tilam dengan alas yang seadanya di sebuah ruangan bersekat berukuran satu setengah meter kali dua meter di sudut rumah miliknya. Dirinya tinggal bersama istri dan tiga cucunya di Desa Penampaan Kecamatan Deleng Pokhkisen, Aceh Tenggara atau sekitar jarak 1,5 kilometer dari pusat ibu kota Kutacane.

Kelumpuhan (stroke) yang ia derita sudah hampir memasuki tujuh tahun. “Saya begini sudah sejak tahun 2017 lalu,” ungkap Sudirman dengan nada lirih masih mampu menahan air mata, mengawali pembicaraan dengan Radar-x.net, Rabu (04/10/2023).

 

Dulu sebelum keadaan seperti ini, saya merupakan perkerja lepas tulang punggung keluarga, setelah sakit yang ia derita, hanya mengandalkan istrinya Jumariah (60) yang bekerja sebagai buruh pengerajin tikar anyaman yang penghasilan tidak menentu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ucap Sudirman

Sudirman bercerita, dirinya tidak bisa lagi beraktivitas, untuk duduk saja tidak sanggup, bila kekamar mandi hanya dibantu istrinya. Ketika istrinya Jumariah berkerja, ia dirawat oleh cucunya, bila ingin kekamar mandi dirinya menggukan alat bantu pampers, karena cucunya tidak sanggup membawanya ke kamar mandi.

Sudirman juga mengatakan, pernah berupaya berobat, namun tidak ada perubahan, dan ketika ingin berobat lagi untuk kesembuhan dirinya urungkan, karena terhambat permasalahan biaya.

Untuk bantuan, kata Sudirman Lansia pasangan Jumariah itu selama ini mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, selain Bantuan Langsung Tunai Tunai (BLT) dari Desa.

“Sudah berapa kali ada yang datang untuk mensurvei, namun tidak pernah atau tidak ada bantuan apapun yang dirinya terima selama keadaannya seperti ini.” Ungkap Sudirman

Sudirman berharap ada dermawan atau kepedulian pemerintah untuk membantu pengobatan agar bisa sembuh dari penyakit yang dirinya derita.

Sementara itu, Kepala Desa Penampaan, Erfan membenarkan Infonya yang didapatkan memang benar, Sudirman warganya yang sedang sakit, sakitnya itu memang sudah bertahun tahun, kurang lebih ada enam tahun. Jadi ia tinggal bersama istri dan cucunya yang masih bersekolah.

“Memang ada beberapa yang survei, namun tidak permisi kepada kita. Seharusnya warga yang memang benar mendapatkan bantuan, malah tidak mendapatkan bantuan.” Kata Erfan

Erfan mengungkapkan, ada beberapa warganya yang lain menderita penyakit menahun seperti kelumpuhan yang disebabkan oleh penyakit yang mereka derita.

Kemudian ia berharap kepada pemerintah jika ada program baik pusat, provinsi maupun daerah, sejenis bantuan sosial, perekonomian dan kesehatan agar mempioritaskan warganya tersebut karena dinilai sangat layak untuk mendapatkan. (RH).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page