Murung Raya, RADAR-X.net – Peningkatan angka Prevalensi Stunting menjadi isu utama baik skala nasional maupun tingkat kabupaten.
Penting diperhatikan serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kecamatan, Kelurahan dan Pemerintah Desa (Pemdes) agar sama-sama bersinergi untuk mengurangi angka stunting.
Kenaikan angka stunting tersebut berdasarkan hasil Survey Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 yang mengalami kenaikan drastis 40,9 persen tentu ini sangat jauh berbeda pada tahun 2021 hanya kisaran 31,8 persen.
Saat dihubungi wartawan dengan Lurah Puruk Cahu Seberang Andry Irawan, A.Md.Kep., S.K.M, mangatakan bahwa pihaknya telah merealisasikan Program Pemerintah Kabupaten melalui kecamatan yang akhir-akhir ini ditekankan kepada seluruh stakeholders setempat secara bersama-sama melakukan program penanganan Stunting yang diorientasikan penurunan angka Stunting tersebut, Selasa (12/9/2023) Malam
Lurah menuturkan, bahwa pihaknya telah melakukan pembagian sembako kepada anak-anak di bawah umur 2 tahun yang mengalami terdampak Stunting, diantaranya beras, telur, suplemen vitamin dan Ikan Patin dan barang sejenis lainnya.
Menurutnya, program pembagian sembako kepada anak dibawah umur 2 tahun itu dikarenakan rentan pada masa pertumbuhan. Maka dari itu, kami pemerintahan kelurahan setempat bekerjasama dengan Gerakan Persatuan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (GP-PKK) kelurahan untuk mendistribusikan sembako kepada anak-anak yang bermasalah masa pertumbuhannya.
“Pembagian sembako ini diharapkan memberikan kekebalan imunitas tubuh terhadap anak-anak serta membantu mereka dalam proses pertumbuhan yang baik. Mudah-mudahan, dengan cara ini membebaskan mereka dari penyakit yang dialaminya sehingga cita-cita bebas dari Stunting dapat kita wujudkan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan anak yang diharapkan bersama”, ungkap Irawan Selaku Lurah Puruk Cahu Seberang
Irawan menjelaskan, pihaknya bekerjasama dengan GP-PKK kelurahan, untuk melakukan pembagian sembako ini kami mengantarkan langsung kerumah masing-masing kepada 5 orang yang kena terdampak Stunting tersebut.
“Jika Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga merupakan Gerakan Masyarakat yang tumbuh dari bawah untuk menuju terwujudnya keluarga bahagia, sejahtera, maju dan mandiri, maka kami berkomitmen untuk meredam angka kenaikan stunting tersebut dengan cara sebisanya kami”. Pungkas Irawan.
(Vrn)














