JEMBER, radar-x.net – Dalam rangka memperingati hari santri Nasional ke 3 khususnya di Kab. Jember, seluruh pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Jember menggelar kirab sejauh 5 Km, Jum’at (17/11/17), yang di lepas KH. Abdul Muqiet Arief dan Bupati ini, start dari depan kantor Pemkab ini melewati route jalan A. Yani, Trunojoyo, Cokroaminoto, Gajah Mada, terus Sultan Agung dan berahir di garis finis depan masjid Al Baitul Amin.
Acara yang dihadiri Bupati dan Wabup, Plt Sekkab Mirvano, juga dihadiri ketua MUI, ketua PC NU Jember, KH. Abdullah Samsul Arifin/ Gus Aaf, bersama jajaran, KH. Abdussomad, seluruh jajaran pagar Nusa dan ribuan santri yang hadir dalam acara tersebut yakni dari berbagai pondok pesantren.
Hal tersebut disampaikan Bupati dalam wawancara dengan sejumlah media cetak dan elektronika.
“Iya, hari ini adalah hari santri Nasional 3, 2017, pada hari ini dilakukan apel upacara dan dilanjut kirab keliling kota Jember, sejauh 5 Km, start yang dilepas Wabup dan Bupati di depan kantor Pemkab dan finis di depan Masjid Albaitul Amin. Bahkan Jember yang juga dikenal kota santri ini baru pertama kalinya menggelar kirab seperti ini yang di ikuti seluruh pondok pesantren yang ada di Jember ini.” Ujarnya.
Bupati menjelaskan, bahwa jiwa religi ini adalah ibarat jiwa Nasionalisme, sedangkan pondok pesantren tempatnya. “Artinya, antara Santri itu tidak bisa dipisahkan dengan dunia pondok pesantren, ibarat satu kesatuan yang sulit dipisahkan, karena santri itu adalah jiwa raga dan pondok pesantren itu adalah tempat dimana mereka ditempah ilmu dengan tidak mengenal waktu baik siang dan malam. bahkan dalam kirab ini juga akan tampil Hadrah kebangsaan dan Hadrah yang lain yang ada di Kab. Jember,” terangnya.
Jadi pondok pesantren ini, kata Bupati lebih lanjut, harus dibantu terkait kesehatan santri maupun keperluan untuk kemajuan pondok pesantrennya, sehingga akan semakin maju dan semangat dalam melaksanakan tugas yang ada di pondok pesantren.
“Kita bantu juga dengan adanya koperasi pesantren untuk memudahkan segala urusan yang berkaitan dengan santri atau pondok pesantren tersebut.” Tegas Bupati.
Peringatan Hari santri ini tak bisa lepas begitu saja, tambah Bupati, “karena santri ini tak lepas dari jiwa religius dan Nasionalismenya sangat tinggi, bahkan sejarah perjuangan Negeri ini tak lepas dari para Ulama dan santrinya.” Pungkasnya.(Bas/Dik/Rul).
















