BONDOWOSO, RADAR-X.net – Press release dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Jawa Timur nomor ME.02.04/0191/KSUB/II/2023 tanggal 10 Februari 2023, rupanya bukan isapan jempol belaka, terbukti hampir di seluruh wilayah provinsi Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir terjadi hujan dengan intensitas tinggi secara terus menerus.
Hujan dengan intensitas tinggi secara terus menerus tersebut, sehingga mengakibatkan terjadinya banjir di beberapa titik lokasi, seperti halnya banjir bandang yang melanda wilayah kecamatan Ijen Kabupaten Bondowoso, pada Minggu (12/2/23).
Pasca banjir bandang dalam press release nya yang didampingi jajaran forkopimda Bondowoso dan Forkopimcam Ijen, pada Senin (13/2/23) Andi Adrian Hidayat Administratur Perhutani Bondowoso menjelaskan, bahwa Hujan dengan intensitas tinggi (lebat) di wilayah Ijen terjadi mulai Sabtu (11/2/23) hingga Minggu (12/2/23).
Hal tersebut menyebabkan terjadi longsor pada kawasan hutan alam sekunder (HAS) jenis tanaman rimba alam di petak 99A RPH Dataran Ijen BKPH Sukosari.
“Berdasarkan pantauan kami melalui pesawat tanpa awak (Drone) terdapat 14 titik longsor pada hulu sungai yang mengalir ke perkampungan warga di desa Sempol dan desa Kalisat kecamatan ijen.” Urai Andi.
“Berawal dari adanya longsoran tersebut mengakibatkan genangan air melimpah dan akhirnya tidak dapat terbendung oleh longsoran tanah yang akhirnya terjadi banjir bandang akibat melubernya arus air ke pemukiman penduduk dan jalan. Hal tersebut diakibatkan karena kapasitas sungai dan drainase pada hilir tidak dapat menampung aliran banjir yang datangnya secara tiba tiba.” Jelas Andi
Andi juga memastikan bahwa kawasan hutan petak 99A kondisi tanaman rimba alam nya sangat baik dan rapat serta tidak ada penggarapan oleh masyarakat sekitar, sehingga dapat dipastikan bahwa banjir bandang yang terjadi ini murni karena adanya tanah longsor di beberapa titik tersebut.
Dikatakannya, bahwa guna penanggulangan bencana pihaknya telah menerjunkan 53 orang petugas perhutani untuk bergabung dengan BPBD Kabupaten Bondowoso dalam rangka ikut membantu pelaksanaan evakuasi korban bencana,
Dalam kesempatan tersebut Administratur mengucapkan turut berduka atas musibah yang terjadi serta menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada menghadapi cuaca extreem yang tidak menutup kemungkinan akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Sebagai ungkapan turut berduka dan keperdulian atas nama seluruh karyawan dan karyawati Perum Perhutani KPH Bondowoso, hari ini kami juga memberikan bantuan sembako untuk korban bencana, semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan dapat meringankan beban korban bencana,” tutup Andi.
Pantauan media, sampai berita ini diterbitkan petugas perhutani tetap standby dan siaga di Posko RD KRPH Dataran Ijen untuk antisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.
(Zul)














