Peristiwa

Botol Melayang Kepala Bocor Keributan Di Cafe Hexa, Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit

×

Botol Melayang Kepala Bocor Keributan Di Cafe Hexa, Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

TULUNGAGUNG, RADAR-X.net – Salah satu Pengunjung cafe Hexa di kawasan kota Tulungagung tempatnya barat jembatan Lembu Peteng mendadak geger.

Di tengah acara live music yang membawa pengunjung berjoget itu tiba-tiba terjadi kericuhan yang mengakibatkan beberapa orang terlibat bentrok terpengaruh minuman beralkohol/miras.

Beberapa gelas dan botol miras berserakan akibat dipecah dan dibanting. Salah satu pengunjung terluka dibagian kepala dan dilarikan ke RSUD dr. Iskak Tulungagung

Salah satu pengunjung cafe, Darno (nama samaran) yang saat itu berada ditempat kejadian mengaku, awalnya menjelang pukul 12.30 malam situasi masih kondusif, acara live music berjalan biasa meski di depan panggung nampak puluhan pengunjung berjoget asyik.

Di lantai 2 yang harga order senilai 1 juta lima ratus ribu itu juga terlihat santai. Nampak puluhan muda mudi asyik bermesraan ditemani pemandu lagu setempat menikmati musik.

Di lantai bawah, yang bisa diduduki dengan pesan order minimal satu botol itu, diujung selatannya terlihat belasan anak muda kisaran usia 25 dan 35. Beberapa diantaranya memakai kaos putih.

Di bagian tengah, ada satu kelompok dengan berpakain batik kisaran usia 50an. Dari pakaian dan kata-katanya kemungkinan besar Ia seorang pejabat. Rata-rata pengunjung disitu diduga mengkonsumsi miras. Kemungkinan besar mereka terpengaruh minuman beralkohol yang diperkirakan mulai kelas 5 hingga 20% up, memang berbagai merk minuman beralkohol / miras dijual bebas ke pengunjung cafe Hexa.

Diberbagai sudut dan dekat panggung, puluhan staf Hexa berpakaian hitam dengan nama dada menyala merah menyebar bersiaga. Melarang dan mengarahkan pergerakan pengunjung yang diduga dibawah pengaruh miras.

“Tiba tiba byaar…! kemudian banyak orang berteriak dan berlarian. Saat itu saya ada disebelah utara, kejadiannya diujung selatan, saya sempat merekamnya,” ungkap Rudi di Cafe Hexa (13/11) dini hari.

Ia yang masuk Hexa sejak pukul 10.30 malam itu juga menuturkan, saat terjadi ricuh banyak orang yang menggunakan kamera HP nya untuk merekam kejadian itu, baik dari lantai atas maupun bawah, namun dilarang. No kamera jangan direkam teriak MC. Setelah beberapa menit kemudian dan situasi reda live music tersebut berlanjut.

Masih tegang. Nampak beberapa masih terlibat adu mulut dengan sesama pengunjung dan sekuriti Hexa, setelah beberapa menit berlalu
Di luar hall live music itu, atau sekitar area parkir dalam, suasana masih cukup tegang. Beberapa orang masih teriak-teriak dan terlibat adu mulut antar sesama tamu dan menejemen cafe.

Sementara itu, pengunjung asal Kecamatan Sumbergempol, usia kisaran 25 tahun yang enggan disebutkan namanya, yang temannya dilarikan ke RSUD dr Iskak itu mengatakan, kejadian itu bermula, saat salah satu pemuda usia sekitar 25th berjoget disampingnya dan teman-temannya.

“Kejadiannya begitu cepat, entah siapa yang mulai, tiba-tiba ada baku hantam. Kalau tidak gelas pecah ya botol pecah yang mengenai teman saya, atau juga akik. Saat itu juga kami larikan ke rumah sakit,” ujar pria yang ketika berkunjung ke cafe Maxi, Dialah satu satunya yang menggunakan kopyah.

Manajemen Hexa saat ditanya mengenai kejadian tersebut tidak banyak memberikan komentar, namun mengaku sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin.

“Botol botol yang kosong secepatnya kami ambil untuk menghindari hal hal diluar kendali, namun karena banyak orang ya bisa kebobolan,” katanya.

Cafe Hexa dalam bulan November ini saja telah terjadi 2 kali kericuhan, yakni Sabtu lalu (5/11) malam yang vidionya sempat beredar di media sosial.

Pemerintah sejatinya saat ini tengah menekan peredaran miras agar tidak leluasa beredar dimasyarakat. Mengingat diberbagai penelitian, beberapa kota yang penjualan mirasnya tinggi, maka tingkat kejahatanya juga tinggi.

Dari itulah, pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung mestinya bersikap cepat, untuk mengaturnya lebih jelas. Agar kecemburuan sosial antara penjual miras tepi jalan dan cafe besar tidak terjadi, dan Aparat Penegak Hukum (APH) tidak dinilai tebang pilih.

( IW )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page