Kelautan

PR Ratoh Ebuh Menjawab Kebutuhan Para Nelayan di Pasean Pamekasan

1210
×

PR Ratoh Ebuh Menjawab Kebutuhan Para Nelayan di Pasean Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Aktivitas Eskavator ketika menguruk Trumbu karang di area menuju muara nelayan di Pasean, Pamekasan, Madura. (Foto:Hol)

PAMEKASAN, RADAR-X.net – Perahu Nelayan di Wilayah Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, sebelumnya Kesulitan Untuk Masuk Ke Area Muara di Tepi Sungai Jembatan.

Hal Tersebut disebabkan Tingginya Trumbu Karang, sehingga menjadi keresahan Bagi Para Nelayan di wilayah tersebut.

Pasalnya, Tingginya Trumbu karang di area tersebut bukan hanya menjadi kendala keluar masuk perahu, melainkan mengakibatkan kerusakan yang fatal akibat tersandung.

“Setiap tahun pasti ada perahu yang mengalami kerusakan fatal akibat tersandung,” kata Bambang Sutrisno warga setempat. Rabu (19/01/2022)

Penantian bertahun-tahun tersebut akhirnya terjawab ketika perusahan rokok Ratoh Ebuh mendatangkan alat berat (Eskavator) untuk menguruk Trumbu karang yang menjadi kendala perahu masuk menuju muara tersebut.

Lanjut Bambang, sebelumnya banyak pihak meninjau lokasi tersebut mulai dari pemerintah kabupaten Hinga Gubenur. Namun pada dasarnya tidak ada kejelasan.

“Mulai dari pemkab Hinga Gubenur sempat meninjau ke lokasi langsung. Namun tidak ada kejelasan,” kata Bambang.

Harapan tersebut akhirnya terjawab ketika dermawan yang memang dikenal dengan sosial yang tingi (H.Taufiq) memfasilitasi keinginan masyarakat, dengan menanggung biaya. Mulai dari mobilisasi hinga ongkos Eskavator. Sedangkan untuk biaya Bahan bakar minyak (BBM) dan makan di biayai oleh masyarakat sendiri dengan cara patungan.

“Intinya mas, kalau tidak di tangung H.Taufig Ratoh Ebuh, ini tidak akan terlaksana, Mobilisasi Hinga ongkos Eskavator di tangung penuh oleh dia. Kalau biaya makan dan BBM ditangung para nelayan dengan patungan,” jelas Bambang.

Imam salah seorang yang ditugaskan oleh PR Ratoh Ebuh di lokasi mengatakan, Aktifitas tersebut diprediksi akan selesai kurang lebih 5 hari ke depan. Pasangan surut air laut menjadi kendala sehingga Eskavator tidak bisa bekerja secara maksimal.

“Pasang surut air menjadi kendala sehingga urukan hanya bisa dikerjakan mulai dari jam 5 pagi hingga jam 10 siang,” ungkap Imam.

(Hol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page