OrganisasiPolitik

Penasehat Projo: Pilkades Serentak Tahun 2025 Demi Menyelamatkan Demokrasi

159
×

Penasehat Projo: Pilkades Serentak Tahun 2025 Demi Menyelamatkan Demokrasi

Sebarkan artikel ini
Jalaluddin Al Aziz, SH Penasehat DPC Projo Sampang (Foto: Istimewa)

SAMPANG, RADAR-X.net – H Slamet Junaidi, Bupati melalui Sekda Kabupaten Sampang Yuliadi Setiawan, memutuskan secara resmi bahwa Pilkades ditunda hingga 2025. Sabtu (01/08/2021).

Pasalnya, pilkades ditunda dikarenakan anggarannya tidak cukup dan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sampang sangat merajalela. Bahkan sudah masuk virus varian baru Delta setelah meledaknya kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Penundaan Pilkades hingga tahun 2025 yang digelar secara serentak di 180 Desa se Kabupaten Sampang. Menurut, Jalaluddin Al Aziz, Penasehat Organisasi Masyarakat (Ormas) Pro Jokowi Kabupaten Sampang, sama sekali tidak menciderai demokrasi di Kabupaten Sampang. Justru menyelamatkan demokrasi di Kabupaten Sampang.

Bahkan Jalaluddin Al Aziz, SH sangat setuju jika pesta demokrasi Desa tersebut dilaksanakan secara serentak pada tahun 2025.

“Justru langkah seperti ini memperbaiki demokrasi di Sampang, karena selama ini banyak unsur perjudian ketika pesta demokrasi di tingkat Desa tersebut digelar bukan serentak,” ucap Jalaluddin Al Aziz.

“Jika dilaksanakan secara serentak pada tahun 2025, maka akan mengurangi unsur perjudian. Karena tokoh-tokoh yang memiliki peranan di Kabupaten Sampang, akan sibuk dengan Desa-nya sendiri-sendiri,” katanya.

Sebelumnya Jalaluddin Al Aziz yang akrab disapa Mas Lud pernah melakukan kajian, Khususnya di 4 Kabupaten yang ada di Pulau Madura, jika pelaksanaan Pilkades dilakukan secara serentak akan mengurangi unsur perjudian.

“Contoh beberapa bulan yang lalu di Kabupaten Bangkalan digelar secara serentak, meskipun masih ada beberapa Desa yang tidak mengikuti Pilkades tersebut. Terbukti unsur perjudiannya sangat minim, coba di Bangkalan itu diserentakkan semua Desa. Saya yakin akan bebas dari unsur judi.” Ungkap Jalaluddin.

“Maka sekali lagi saya tegaskan jika 180 desa di Sampang akan digelar Pilkades secara serentak tahun 2025. Maka kita harus mendukung keputusan Bupati Sampang tersebut. Karena sudah jelas akan mengurangi unsur perjudian,” tagas Jalaluddin.

Selain unsur perjudian, saat ini Kabupaten Sampang sedang dilanda oleh pandemi COVID-19. Banyak masyarakat yang terpapar oleh virus tersebut, banyak nakes berguguran dan juga masyarakat Sampang akibat terserang virus tersebut, apalagi sekarang muncul virus varian baru Delta seperti yang di ucapkan oleh Kapolres Sampang saat menggelar rilis bersama wartawan di aula Pemkab Sampang. Dan virus COVID-19 tidak bisa diprediksi kapan selesainya.

“Jadi kalau Pilkades digelar tahun ini, siapa yang akan menjamin keselamatan rakyat di Kabupaten Sampang. Maka saya sangat setuju dengan keputusan Bupati Sampang, H Slamet Junadi, menunda pilkades hingga tahun 2025 yang digelar secara serentak dan diikuti oleh 180 Desa. Itu adalah keputusan yang tepat dan saya sangat setuju, keselamatan rakyat harus di utamakan.” Harap Jalaluddin.

“Dan keputusan tersebut sudah sesuai dengan peraturan perundangan-undangan mulai dari UU No.6 Tahun 2014 sampai dengan peraturan Daerah Kabupaten Sampang beserta petunjuknya. Permendagri No.112 Tahun 2014 Pasal 2 dan Pasal 3 tentang pemilihan Kepala Desa,” papar Jalaluddin. (Ries/Hed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page