Pendidikan

Kebijakan Kepala Sekolah SMAN Balung Lama Berdampak Polemik Di Era Kepala Baru

×

Kebijakan Kepala Sekolah SMAN Balung Lama Berdampak Polemik Di Era Kepala Baru

Sebarkan artikel ini

JEMBER, RADAR-X.net – Kebijakan kepala sekolah SMAN Balung yang lama/sudah pensiun berdampak polemik bagi Plt kepala sekolah yang baru menjabat pada 1 Februari 2021 kemarin.

Berawal dari adanya gagasan ketua komite sekolah SMAN Balung Drs. Budiarso, M.Si di Era jabatan kepala SMAN Balung Drs. Subari M.Pd., sesuai surat edaran pada 3 Agustus 2020 yang lalu, pihak komite membagikan selebaran surat kepada bapak/ibu wali murid SMAN Balung seperti yang terlampir.

Isi selebaran surat dengan nomor : 005/ 01/KS/VIII/2020. Lampiran kosong. Perihal: Permohonan Bantuan Partisipasi tertulis dalam surat adalah, untuk memperlancar operasional sekolah di SMAN Balung, maka perlu adanya anggaran partisipasi, Untuk itu mohon berkenan Bapak/Ibu untuk membantu secara sukarela dengan salah satu pilihan sebagai berikut;
a/ Rp 75.000.- (tujuh puluh lima ribu rupiah)/Bulan.
b/ Rp.85.000.- (delapan puluh lima ribu rupiah)/Bulan.
c/ Rp :100.000.- (seratus ribu rupiah). /Bulan.
Demikian atas bantuan Bapak/Ibu wali murid kami sampaikan terima kasih. Tercantum disisi kanan. Mengetahui Kepala SMAN Balung (Drs. Subari M.Pd) di sisi bawah kiri Ketua Komite SMAN Balung.(Drs. Budiarso M.Si).

Selebaran ke dua berupa Surat Pernyataan Orang tua/wali (Sumbangan Partisipasi) dan seterusnya, NB: Pembayaran mulai bulan Juli 2020. Dari selebaran yang dianggap memberatkan oleh beberapa orang tua wali murid SMAN Balung yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Pada Kamis (26/07/2021) awak media mendatangi kantor SMABA yang beralamatkan di Jl. PB Sudirman No 126 Balung Jember tersebut untuk menemui Drs. Mochammad Irfan M.Pd., Plt Kepala Sekolah SMABA yang baru untuk konfirmasi.

“SMAN Balung ataupun SMA yang lain itu kan mencoba menerapkan Permendiknas nomer 75 tentang Komite, tentang partisipasi masyarakat, yang jelas rohnya disitu tidak memberatkan, yaa istilahnya kalau kita bicara itu Filosofinya adalah “Susu Tante” yang diterjemahkan Sumbangan Sukarela Tanpa Tekanan,” kata Muhammad Irfan.

“Jadi waktu itu memang, Insyaallah ini ya karena waktu itu bukan era saya, kira ini tidak jauh beda. Jadi waktu itu kan disosialisasikan oleh Komite, baik melalui tatap muka atau daring, jadi itu ditawarkan kepada masyarakat, wali murid dan memang disitu diberi Opsi, yang bapak katakan tadi itu ya, itu mungkin karna saya tidak tau persis itu katanya ada yang Rp.75, 85, 100 ribu. Tapi Itupun saya yakin tiga opsi itu, ketiga tiganya tidak wajib untuk harus dipilih semuanya, istilahnya salah satu dari ketiga tiganya itu, bahkan Gratis itu boleh, kalau ada yang mengatakan itu tidak boleh itu hoax,” jelas Irfan.

Plt Kepala Sekolah SMAN Balung ini menambahkan, karena dirinya yakin semua kepala sekolah maupun komite itu tau bahwa sumbangan ini adalah sumbangan sukarela.

“Tapi kita tau bahwa masyarakat kita saat ini masih belum saatnya sekarang. Karena dengan adanya partisipasi masyarakat itu, jadi sekolah kan berhak mengingatkan, sebatas hanya sekedar mengingatkan, bukan sebagai suatu syarat, dan mengingatkan pun ada momennya. Misalnya, ada semester, met semester, ada penilaian Akhir tahun dan lain-lain. Namun perlu jenengan ketahui gih mas faktanya banyak yang mengajukan gratis.” Ungkap Muhammad Irfan.

Sementara, Ketua Komite SMABA Drs. Budiarso, M.Si., saat dihubungi awak media berkali-kali melalui telefon celulernya maupun Whastapp tidak ada respon. (Ltf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page