JEMBER, radar-x.net – Dalam rangka pengamanan Natal dan tahun baru 2018, Polisi Resort (Polres) Jember bersama Brimob, TNI dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) lakukan sterilisasi gereja sebelum ibadah di mulai, Minggu (24/12).
Pasalnya, ada beberapa gereja yang dilakukan sterilisasi tersebut yakni, gereja yang berlokasi dijalan PB. Sudirman Utara kantor Puslit, dan gereja sebelah Kodim 0824 Jember, dilanjut gereja di lokasi perumahan Kaliwates dan gereja di dalam lingkungan Cempaka Hill Kel. Gebang Kec. Patrang Jember.
Tujuan sterilisasi gereja tersebut adalah untuk mengamankan gereja atau tempat ibadah dan mengantisipasi dari hal-hal yang tak diinginkan semua fihak, bahkan dengan dilakukan sterilisasi ini agar tak mengganggu ketenangan bagi yang melakukan ibadah khususnya bagi agama Kristiani dalam merayakan hari Natal 2017 dan tahun baru 2018.
Hal tersebut di sampaikan Kapolres AKBP. Kusworo Wibowo pada media usai melakukan sterilisasi di gereja sebelah Kodim 0824 Jember.
“Ini dalam rangka pengamanan Natal 2017 dan tahun baru 2018, Polres Jember bersama Brimob, TNI dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan sterilisasi berapa gereja menjelang ibadah bagi umat kristiani. Ada 3 gereja yang berlokasi di Kec. Patrang dan 1 di Kec. Kaliwates Jember,” ujar Kapolres yang inovatif ini.
Di Jember, tambah Kapolres, ada sejumlah 65 gereja totalnya seluruhnya, dan ada 3 gereja yang mampu menampung kapasitas lebih dari 350 orang jemaah umat Kristiani tersebut, bahkan dari personil polres ini ditempatkan 10 petugas di setiap gereja dan bergantung kapasitas yang akan melaksanakan ibadah tersebut,” terangnya.
“Alhamdullillah petugas dari Brimob tak menemukan barang yang mencurigakan selama menjalankan tugas sterilisasi berapa gereja ini,” tambahnya.
Kapolres juga menegaskan, bahwa setelah dilakukan seterilisasi tersebut jangan sampai ada orang luar yang masuk dalam gereja ini kecuali pengurus yang sudah di tetapkan bersama.
Sementara, Ketua Banser Jember, H. M. Ayub Junaidi mengatakan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di mintai tolong oleh kepolisian dan sudah kordinasi dengan polres, bahkan telah menerjunkan 400 personil keseluruhan di Jember termasuk yang ada gereja di desa dan Kecamatan, semisal desa Rejo Agung di Semboro, Kec. Umbul Sari dan Gumuk Mas dan lainnya, serta kordinasi dengan Polsek-Polsek setempat,” ungkap anggota Dewan ini.
Ditambahkannya, bahwa ratusan personil Banser ini, di terjunkan di lapangan bukan untuk mengamankan gereja, tapi untuk mengamankan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari orang yang tak bertanggung jawab. (Bas/Dik/Rul)
















