JEMBER, RADAR-X.net – Aroma bau tak yang sedap dari limbah ternak puluhan ekor sapi limusin dan kambing yang berdiri di tengah-tengah pemukiman warga dusun Krajan desa Sukorambi Jember, dikeluhkan warga.
Pasalnya, kandang ternak sapi milik “Bowo” menantu pengusaha perhotelan Jember Indah tersebut berdiri tepat berbatasan dengan gedung lembaga pendidikan Yayasan Sunan Ampel Sukorambi Jember.
Selain itu juga berdekatan dengan RM “Pule Resto Sukorambi” yang hanya bersebelahan dua rumah saja dari kandang tersebut.
Warga yang terdampak bau tak nyaman dari limbah kotoran puluhan ekor sapi dan kambing tersebut pernah menyampaikan teguran secara lisan pada pihak pengelola kandang itu, namun Bowo pemilik sapi dan kambing tak menghiraukan. “Buktinya sampai sekarang tetep saja baunya limbah kotoran sapi dan kambing itu tetap menyengat sampai kesini,” kata warga yang tak mau namanya disebutkan.
Saat awak media mendatangi lokasi kandang yang berada di dusun Krajan desa Sukorambi tersebut pada Jum’at 23 April-2021 tidak bertemu dengan pemiliknya. “P Bowo ada dirumahnya pak,” kata orang-orang yang merawat sapi-sapi di kandang itu.
Saat media mencoba menghubungi Bowo pemilik ternak melalui whatsapp juga sms, Bowo tidak merespon telefon media.
Sementara, Abdus Soim kepala desa Sukorambi saat dikonfirmasi melalui telefon selulernya juga menanyakan, “warga yang mana yang mengeluh”.
Begitupula saat media menemui Rudy Camat Sukorambi di ruang kerjanya menceritakan, jika dirinya berupaya mencari bukti baunya limbah kotoran sapi dan kambing dimaksut, dengan cara datang sambil makan ke RM Supe Cafe Sukorambi.
“Mana kok baunya tidak ada ya,” kata Rudy di kantornya.
“Memang bau tak sedap limbah kotoran sapi dan kambing milik Bowo itu tidak terus menerus menyengat hidung, tapi sebentar baunya datang lalu hilang nanti bau lagi gitu, yang sering itu sekitar jam 14,00 siang itu baunya terasa,” kata seorang guru yang gak mau disebutkan namanya Sabtu (24-4-2021) di halaman gedung sekolah Sunan Ampel yang hanya berbatasan pagar tembok dengan Kandang sapi milik Bowo.
Menurut kapolsek Sukorambi Sigit Budiono S.H., mengatakan bahwa, terkait keluhan itu ia tampung, memang kemarin dirinya diundang oleh Kades membicarakan soal tersebut.
“Kita bicarakan bersama kamtibmas juga kanit intel ikut kesana, maaf saya bicara sebagai kapolsek ya tidak membela pengusaha lo ya. Karena saya tidak punya kepentingan apa-apa dalam hal ini,” tutur Kapolsek.
Kapolsek menambahkan bahwa kemarin sempat bertemu dengan pihak guru sekolah di Sunan Ampel yang mengatakan memang bau limbah itu ada, tetapi tidak sampai menggangu aktifitas di sekolah.
Hal tersebut yang menjadi pertanyaan beberapa media, apakah layak/pantas seseorang mendirikan kandang ternak puluhan ekor sapi dan kambing di tengah-tengah pemukiman warga?. Sementara bau limbah dari kotoran sapi dan kambing tersebut tak sedap?. (Ltf/Mul)














