![]() ![]() |
| Kondisi Bayi Yang Lahir Tanpa Ayah, Foto: Dok.Radar-X.Net. |
JEMBER – Nasib STA (14), Santriwati salah satu Pondok Pesantren (PONPES), yang ada di Panti asal Dusun Pakis Utara, Desa Pakis, Kecamatan Panti Jember, Jawa Timur. Melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki, di salah satu tempat kos yang ada di barat terminal Tawangalun, Dusun Sumbergayam, Rambigundam, Rambipuji, Jember. Ironisnya, korban baru 4 hari tinggal dikos kosan tersebut setelah sebelumnya dijemput oleh kepala desa setempat dari pesantrennya.
“Korban dijemput dari pesantren oleh pamannya yang bernama SOB, bersama dengan pak Kades di Pesantrennya, cuma oleh pak kades korban tidak dibawa pulang, akan tetapi dikos kan di barat terminal tawangalun, bahkan saat menjemput korban di pesantren Pak kades bersama dengan istrinya juga, selama dalam perjalanan mencari tempat kos, bu kades bilang ke korban agar dijalani dulu nasibnya yang seperti ini,” tutur AN, ibu korban kepada wartawan.
Informasi yang berhasil dihimpun, korban dijemput di pesantren oleh kades Pakis pada Kamis (18/2) lalu sebelum menjemput korban antara kades, SOB yang diduga pelaku maupun STA dengan beberapa saksi membuat surat pernyataan jika SOB akan menikahi dan membiayai seluruh kebutuhan STA.
![]() ![]() |
| LSM Pendamping Dari Keluarga Korban |
Namun pada Minggu (21/2/2016) lalu, korban melahirkan bayi berjenis kelamin laki-laki di tempat kosnya. Anehnya saat proses persalinan tidak ada satupun keluarga atau SOB yang mengurus, sehingga korban dilarikan ke bidan setempat oleh penghuni kos yang lain. “Saat itu tidak ada keluarga atau SOB yang katanya mau membantu persalinan, justru penghuni kos yang iba iuran untuk membayar bidan, ibunya sendiri waktu itu masih di kerja di Batam,” ujar Iput, salah satu LSM Laskar Tawang alun yang ikut mendampingi korban selama di kosan pasca melahirkan.(tim)















