BeritaPemerintahanPendidikanTerbaru

Disdik Indramayu Pembinaan Program Pengasuhan 1000 HPK Minimalisir Stunting

×

Disdik Indramayu Pembinaan Program Pengasuhan 1000 HPK Minimalisir Stunting

Sebarkan artikel ini

INDRAMAYU, radar-x.net – Masa 1000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai. Orang tua memiliki peran penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak.

1000 hari pertama kehidupan dihitung sejak pembuahan sampai usia sekitar 2 bulan merupakan masa kritis yang dapat meminimalisir akibat stunting. Orang tua merupakan ujung tombak pengasuhan anak, yang diharapkan mampu mengejar untuk memperkecil akibat.

“Masalah stunting sudah menjadi masalah serius di Indonesia, khususnya di kabupaten Indramayu, Stunting menjadi program utama pemerintah yang diinisiasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan Keluarga dan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini”, jelas Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) H. Ali Hasan melalui H. Mardono, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu Kepada radar-x usai Kegiatan Pembinaan Program Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dilaksanakan Selasa (28/01/2020) di Aula Kantor Desa Patrol Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri, Camat Patrol, Teguh Budiarso yang diwakili Sekcam, Solehudin, Bunda PAUD Kecamatan, PAUD desa, TP-PKK, PC.Himpaudi, Kepsek SPS dan Kader Posyandu Kecamatan Patrol dan Kecamatan Bongas.

Di tempat yang sama, Wartiri, Penilik PAUD kecamatan Patrol dan Sukra didampingi Sumerih, Ketua Pengurus Cabang (PC) Himpaudi Kecamatan Patrol mengatakan, Peranan keluarga sebagai wahana utama dalam memberikan pengasuhan kepada anak, berperan penting untuk membangun karakter bangsa yang mulia. Keluarga dituntut mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif.

“Bermula dari keluarga, anak akan membentuk karakternya. Keluarga utamanya memainkan posisi penting di dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan 8 fungsi keluarga, mulai dari fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi, serta fungsi pembinaan lingkungan.” terangnya.

Selain itu, Lanjut Wartiri, keluarga juga merupakan suatu sistem pengasuhan dan pembelajaran manusia (humanizing) dengan memanfaatkan sumber daya dari lingkungannya yang kemudian diubah untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga guna kehidupan yang lebih baik bagi seluruh anggota keluarga. (Nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page