BeritaPolitik

Ketua Umum Partai Perindo, Gelar Safari Ramadhan Di Ponpes Tapal Kuda

176
×

Ketua Umum Partai Perindo, Gelar Safari Ramadhan Di Ponpes Tapal Kuda

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum Partai Perindo, Gelar Safari Ramadhan Di Ponpes Tapal Kuda
Hari Tanoe, Ketum partai Perindo saat di Ponpes Mafilul  Dhluror 2 Jelbuk
JEMBER – Ribuan jamaah tampak memadati Ponpes Mafilur Dhlurur 2,  Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kab. Jember, Jawa Timur, untuk menyambut kadatangan Hary Tanoesudibjo (HT) , Ketua Umum Partai Perindo dalam rangka Safari Ramadhan, sabtu (18/6). Jamaah  sangat antusias, sejak Pukul 12.00 Wib, warga menyemuti area Ponpes di halaman Pondok Pesantren di bawah  asuhan KH. Ali Wafa Abdullah, meski  acaranya di mulai Pukul 15.00 Wib. Ra Ali, panggilan akrab KH. Ali Wafa  Abdullah menyambut HT dengan terbuka dan penuh keakraban.
Kedatangan Ketua Umum Partai Perindo ini di dampingi Pengurus DPP, DPW Partai Perindo, DPD dan PAC Kabupaten Jember beserta beberapa Ketua DPD daerah Tapal Kuda dan Probolinggo. “Safari Ramadhan ini selama 5 hari, mulai hari ini (sabtu,18/6) dari Banyuwangi sampai Jakarta.” Terang Hari Tanoe saat memberi sambutan.

Sebelum berkunjung ke Ponpes Mafilur Dhluror 2, Ketua Umum Partai Perindo  ini  sudah mengunjungi Ponpes di Banyuwangi dan Ke Jember di Ponpes Al Falah Desa karangharjo, Silo. Pada  Intinya, HT memberi  motivasi, semangat pada hadirin, memberi pencerahan.  “ Semakin banyak generasi muda yang maju, Indonesia semakin maju,” Tegas  HT dengan semangat.
Diungkapkannya,  dulu saya bendahara  KONI sekarang saya Ketua Umum Futsal dan pelindungnya Karate, banyak bergerak dibidang olah raga. Saya juga seorang politisi, ada alasannya mengapa saya ikut Politik. Begini,  Kita sudah makmur belum? Secara serempak hadiri menjawab belum. “Ini ada yang keliru, coba kita lihat, yang bayar pajak di Indonesia itu Cuma 1 juta lebih padahal pembangunan Indonesia itu 2/3 dari pajak, jumlah penduduk di Indonesia ada 250 juta. Artinya, Ekonomi kita ini masih terkonsentrasi di kelompok kecil masyarakat, sisanya masih  belum mapan, makanya ketimpangan sosialnya tinggi,  antara yang mapan dan yang  belum mapan. Kesimpulannya, kapan Indonesia bisa maju, bisa makmur? Kalau tatanan ketergantungannya pada sebagian kecil masyarakat, artinya kedepan kita harus merubah strategi, harus membangun masyarakat khususnya masyakat yang belum mapan supaya mereka naik kelas sehingga mereka ikut menopang kemajuan Indonesia kedepan. Itulah yang kita perjuangkan, Kesejahteraan.” pungkasya. (herry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page