BeritaLingkungan

Jalan Amblas, Masyarakat Meminta Pemerintah Membagun Tanggul Pemecah Ombak

×

Jalan Amblas, Masyarakat Meminta Pemerintah Membagun Tanggul Pemecah Ombak

Sebarkan artikel ini
Jalan Amblas, Masyarakat Meminta Pemerintah Membagun Tanggul Pemecah Ombak
Warga memperhatikan badan jalan yang tergerus abrasi
dan sekarang jalan sudah amblas.(Khaini Ahmad)
ACEH UTARA – Sekitar satu kilometer jalan yang di lalui oleh nelayan di Gampong (desa) Menasah Sagoe, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, amblas di karenakan terkikis air laut, sehingga puluhan nelayan kecamatan itu kesulitan pergi melaut, selain itu, dua tambak warga juga ikut hancur.
Dua tambak warga yang didalamnya ikan dan udang gagal panen. “Pemilik tambak diperkirakan mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. Nelayan saat jika hendak melaut harus melalui pantai sehingga mereka harus menunggu air laut surut, ”ujar Keucik (kepala desa) Menasah Sagoe Sulaiman Ibrahim, kepada Wartawan Radar-X.Net.
Selama ini jalan tersebut digunakan oleh nelayan untuk mencapai ke lokasi tempat parkiran perahu untuk menangakap ikan ke laut. “Setelah jalan tersebut amblas nelayan terpaksa harus berjalan kaki sekitar dua kilometer, sebelumnya nelayan menggunakan kereta menuju ke tempat perahu mereka.” tambahnya         
Sebelumnya, Sulaiman Ibrahim, juga mengatakan, karena tak kunjung ditanggapi pemerintah, puluhan nelayan Gampong (desa) Menasah Sagoe, Seunuddon, Aceh Utara, terpaksa mencegah abrasi terhadap badan jalan secara swadaya. Jika tidak, badan jalan itu akan putus tergerus air laut.
“Sepekan lalu, nelayan mengumpulkan uang senilai Rp. 2 juta lebih untuk membeli tanah dan karung untuk diletakkan di lokasi ini, agar abrasi tidak meluas. Namun, tanah yang dimasukkan ke dalam karung ini hanya bertahan sepekan. Abrasi saat ini terus meluas,” jelas Keuchik Menasah Sagoe, 
Setiap hari puluhan nelayan menggunakan jalan ini menuju tambatan perahu di sungai sehabis pulang melaut. “Jika jalan tersebut putus, puluhan nelayan di Menasah Sagoe, terancam tak bisa pergi melaut.” tambahnya lebih lanjut.
“Ini merupakan satu-satunya jalan pintas untuk tiba ke sungai tempat perahu nelayan ditambak. Jika nelayan menggunakan jalan lain akan menghabiskan banyak waktu. Nelayan sudah beberapa kali meminta pemrintah untuk segera dibangun pemecah ombak agar abrasi jalan tak tambah parah, namun hingga jalan ini putus pemerintah tak kunjung membangun tanggul pemecah ombak.” Pungkasnya.(Khaini Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page