BeritaBudayaPemerintahan

Bupati Bondowoso, Meriahkan Hari Santri Ngaji Bersama KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin

×

Bupati Bondowoso, Meriahkan Hari Santri Ngaji Bersama KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin

Sebarkan artikel ini
Bupati Bondowoso, Meriahkan Hari Santri Ngaji Bersama KHR. Cholil As'ad Syamsul Arifin
Foto : Dodik, 

BONDOWOSO – Dalam rangka memperingati hari santri Nasional Pemerintah Kabupaten Bondowoso, menggelar Pengajian umum yang betemakan “1 milyar Sholawat Nariyah” bersama KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin, di Pendopo Kabupaten Bondowoso. Sabtu (22/10/2016) Pukul 14:30 WIB.

Giat acara tersebut dihadiri oleh, KHR. Cholil As’ad Syamsul Arifin, dari Pondok Pesantren Walisongo Situbondo, Bupati Bondowoso, H. Amin Sa’id Husni, Wabub KH. Salwa Arifin, Sekda Drs. Hidayat,  Danramil, Polres segejap Jajaran Bondowoso, Ketua DPRD Bondowoso, Ketua MUI Bondowoso, Ketua PCNU, Serta para kiyai dan jajaran pemerintah Daerah.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, bahwa Santri merupakan pejuang Bumi
Nusantara dalam mempertahankan Negara dari serangan penjajah belanda  seperti kisah sejarah yang di pimpin oleh
Almarhum KH. Hasyim Asy’ari, Peran santri dalam 
Kemerdekaan Negara indonesia yang hampir saja sejarahnya dipunahkan oleh
Bangsa ini, namun tekad bulad para ulama’ NU 
untuk memperjuangkan jasa Para Santri yang  penuh dengan pengorbanan jiwa raga bahkan
nyawa demi terdirinya NKRI. Santri yang ikut andil dalam mengusir dan memerangi
penjajah di Bumi Nusantara ini. Ini adalah merupakan sebuah inspirasi bagi para
santri untuk tidak patah semangat dalam membela amal ma’ruf nahi munkar.

Bupati Bondowoso, Drs. H. Amin Said Husni, dalam
sambutannya menyampaikan, Alhamdulillah kita berada di seputaran Alun-alun
Raden Baku Sastra Kabupaten Bondowoso, untuk memperingati Hari Santri Nasional, peristiwa ini dimaksudkan untuk menanamkan jiwa kesantrian kepada bangsa
indonesia pada umumnya, dan kepada warga
Bondowoso khususnya. 
“Jiwa kesantrian itu adalah kometmen untuk menjalankan
ajaran agama sesuai tuntunan Rasulullah SAW., dan sekaligus pada saat yang
sama cinta tanah air “Hubbul Wathon
Minal Iman” ini penting untuk ditanamkan dalam jiwa setiap warga bangsa, karna seperti itu yang dicontohkan oleh para Ulama’-ulama’ pendahulu kita,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, Memang pernyataan hari santri ini belum lama dinyatakan sebagai hari resmi yang akan diperingati tiap tahun,
tetapi sesungguhnya ini merupakan bagian dari lembaran sejarah yang wajib
diketahui oleh segenap warga bangsa, karna sesungguhnya sekalipun bangsa kita
telah memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, tidak serta merta
setelah diproklamirkan itu bangsa kita lalu bisa jalankan kedaulatannya
sedimikian rupa dengan mulus tanpa ada hambatan bahkan belum 1 bulan umur
bangsa indonesia ini, belum 1 bulan
Republik ini diproklamirkan tentara sekutu datang kembali sekalipun bajunya dan
maksud tujuan formal yang dicantumkan didalam dokumen-dokumen yang dibawanya
itu adalah dalam rangka menujuti persenjataan tentara-tentara jepang dan
melepaskan tahanan-tahanan perang dibawah bendera APNI ”pasukan sekutu
mederlan dan indian timur”.
“Tetapi dibalik APNI ini ada kepentingan untuk
mengembalikan belanda melalui pemerintahan sipil yang disebut “NIKAH” untuk kembali menguasai dan
memerintah di bumi Nusantara ini membuat gundah bapak Presiden kita yang pertama
Bapak Soekarno, karna bangsa kita belum
lagi  berumur satu bulan pada pertengahan
bulan September atau tepatnya pada Tanggal 14 september tahun 1945 pasukan
sekutu itu sudah mau bercopoh kembali bumi Indonesia.” Terang Bupati.
Ditambahkannya, seperti yang kita ketahui di
sejarah belanda tidak pernah mengakui proklamasi kemerdekaan republik indonesia
17 Agustus sampai dengan Tahun 2005, baru sebelas Tahun yang lalu. Belanda  mengakui bahwa indonesia merdeka karna ada penyalahan kedaulatan pada bulan
Desember tahun 1949. Dalam kurun 1945-1949 belanda bolak balek menggunakan
Tentara Sekutu, menggunakan “NIKAH” untuk kembali berkuasa dan
menjajah di Bumi Indonesia.
“Bangsa kita tidak banyak tau
peristiwa di antara 17 Agustus 1945 dan 10 November 1945, taunya hanya
proklamasi 17 Agustus dan Hari Pahlawan 10 November, tetapi di antara 17
Agustus dan 10 November 1945 ada episode sejarah yang selama ini belum banyak
ditulis dibuku-buku sejarah. Inilah kemudian yang menginspirasi para ulama’,
untuk meminta kepada bangsa kita jujur dalam mengungkapkan fakta-fakta sejarah.” Ungkap Bupati.

Sementara, KHR. Cholil
As’ad Syamsul Arifin, dalam maoidohnya menyampaikan, kepada seluruh santri agar menjaga nama baik
santri, karena pada dasarnya santri mempunyai nilai-nilai tertentu dimata
masyarakat. Wajib menjaga akhlaqul karimah dan menjaga aqidah dalam menjalankan
kehidupan, tirulah jejak Nabi dan Para sahabat-sahabatnya serta tabit tabi’in
agar hidup di dunia ini penuh dengan kedamaian dan kemakmuran.
Selain itu, Beliau juga berpesan kepada
seeluruh Santri agar tidak putus sambungan “silaturrahmi” kepada
Guru-gurunya dengan harapan supaya kehidupannya menjadi tenram dan
makmur.
“Jangan sampai para Santri dan
seluruh saudara se iman agar supaya jangan sampai melupakan  sejarah dan Asal
muasal, karna ketika kita lupa akan sejarah dan asal usul maka kemudhoratan
yang akan kita rasakan.” tegasnya.
Sebagai Akhir dari acara tersebut, ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin langsung oleh KHR. Cholil As’ad S.A. Acara berlangsung khidmat.(Abas/Dodik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page