PASURUAN, radar-x.net – Peringatan wafatnya atau Haul Akbar “TUAN GURU BANGIL” KH. Muhammad Sarwani Abdan yang Ke XXXI dilaksanakan selama tiga hari, sejak 18-20 Oktober 2019. Di hari pertama, terlihat ribuan tamu sudah memadati area Masjid lokasi pelaksanaan haul.
Dalam acara tersebut, pada hari pertama 18 Oktober 2019 ialah Dalailul Khoirot, Maulid dan Nasyid. Selanjutnya 19 Oktober 2019 Ziarah, Haul dan Tausiah di mulai pukul 19:30 WIB sampai selesai dan di lanjutkan besok pagi (20 Oktober 2019) mulai pukul 09:00 sampai selesai.
Pantauan di lokasi, diluar acara inti, para tamu yang kebanyakan dari luar pulau juga menyempatkan diri berziarah di makam yang berada di wilayah Pondok Pesantren Datu Kalampayan, Jl. Kauman No. 171 Bangil Pasuruan, Jawa Timur.


Mereka biasanya membacakan tahlil sambil duduk mengitari makam KH. Syarwani Abdan Al-Banjari,
“Hampir setiap tahun ke sini. Beliau kan dikenal dengan sebutan *TUAN GURU BANGIL* beliau berdakwah menyiarkan agama ISLAM di Jawa Timur Khususnya di Kabupaten Pasuruan,” kata salah satu Ketua Rombongan “DZIKIR NAFAS” dari Gresik yaitu Kamay Simatumpang saat ditemui oleh reporter di sekitar masjid, Sabtu (19/10/2019) malam.
“Ini tadi ziarah ke makam untuk Sambang Sambung Doa dari Silsilah Dzikir Nafas di urut dari Syekh Ali Bin Abdullah Al- Banjari yang turun ke SYEKH SYARWANI ABDAN turun ke SYEKH MUHAMMAD MUIN dilanjutkan oleh Guru Besar Dzikir Nafas Sadar Allah yaitu Setiyo Purwanto dari Solo.
“Tuan Guru Bangil adalah orang yang mulia, wajar kalau banyak yang ingin mendatangi Sambung Doa banyak datang dari berbagai penjuru,” kata KH. Samsul Mu’afi (pengurus MUI Kabupaten Gresik yang juga hadir bersama Rombongan DZIKIR NAFAS SADAR ALLAH yang ada di Jawa Timur.
Untuk diketahui, PP. DATU KALAMPAYAN dulunya kecil dengan zawiyah atau tempat untuk majelis ilmu di daerah Bangil Pasuruan, para tamu haul membeludak sampai ke sepanjang Jalan Kauman.
Meski dulunya kecil sekarang ini tempatnya semakin luas dan tentunya memiliki nilai yang Agung bagi para peserta haul Tuan guru Bangil yang ke XXXI.
Nama tuan guru Bangil dikenal tak hanya di Pasuruan namun sampai di luar Jawa. Haulnya setiap tahun juga diikuti peserta dari berbagai pulau.
(Ali)














