BeritaLingkunganPemerintahan

Kades Dasri Dusun Sumberjati Diduga Arogan Terhadap Warganya

×

Kades Dasri Dusun Sumberjati Diduga Arogan Terhadap Warganya

Sebarkan artikel ini
Kades Dasri Dusun Sumberjati Diduga Arogan Terhadap Warganya
Lokasi pelebaran jalan di desa Dasri (Foto:David F)

BANYUWANGI – Beberapa Warga merasa resah terhadap sikap kepala desa dasri kecamatan Tegal sari Banyuwangi, yang merasa arogan terhadap warganya, karena melakukan pengalian tanah warga tanpa ijin pemiliknya untuk kepentingan pribadinya.
Menurut Santi, selaku pemilik tanah mengatakan, “seharunya melakukan penggalian ini kan diadakan musyawarah terlebih dahulu, tapi itu tidak dilakukan tapi langsung saja, dan saya saja sama anak saya hampir terprosok ke dalam karena terlalu dalam. Sedangkan jalan masuk kehalaman rumah aja gak ada terus, lalu saya mau lewat mana???,” Ungkapnya kepada RADAR-X,
Ia menambahkan, “Katanya pak lurah, itu program desa, dan saya tanyakan kalau program desa pasti ada anggaran nya, kenapa saya minta untuk di plengseng bekas galian itu agar rumah saya tidak ambruk akibat galian ini, pak lurah mengatakan anggaran masuk di tahun 2017, kalau masuk tahun depan iya..! kalau rumah saya tidak ambruk akibat longsor galian tersebut.” Tandasnya dengan sedih.
Ia menjelaskan, “Sebelumnya juga ada beberapa oknum wartawan dan LSM kerumah memintai keterangan terkait masalah ini, dan beberapa dari mereka yang kesini juga mengatakan kalau pak kades Juwandi SH., ngomong agak kurang enak, dan juga mengatakan ke saya, “carilah wartawan atau lsm dari mana saja yang bisa menyelesaikan masalah ini”. Jelasnya.
Selain itu, “saya merasa diancam oleh Kades tersebut dengan kata-kata “apa kira-kira kamu sudah tidak butuh desa lagi”??? ujar kades, secara otomatis apabila saya ngurusin apa aja  bisa di persulit dan pak Juwandi juga mengatakan, “kamu keluar saja dari dusun Sumberjati, tinggal di dusun Sumber gayam”, secara otomatis itu kan serasa mengusir saya, dan saya sudah minta pendapat ke kecamatan, koramil tapi tangagapanya landai-landai saja,” jelasnya Santi lebih lanjut.

Sementara Juwandi, selaku Kades Dasri saat dikonfirmasi awak media mengatakan, “setiap bulan saya mengumpulkan RT/RW untuk membahas program rencana kerja desa(PRKD) untuk reklamasi desa yang menjadi nilai-nilai positif nya buat warga, dan meratakan tanah-tanah gumuk khususnya jalan, dan beberapa hari ini kita melakukan program pemerataan gumuk, dan ada pengusaha yang bekerja di proyek pak Anas, jadi tanah itu di jadikan tanah urug buat membangun lembaga SMK milik pak Anas,” ungkapnya.
Dijelaskannya, “setelah itu, galian tersebut ambil ke masyarakat umum, namun kesulitan pembuangannya, dan saya tunjukkan tempat pembuangan tanah urug itu ke lokasi tanah saya buat bangunan saya, dan sebelumnya undangan pemberitahuannya sudah saya sampaikan kepada pemilik tanah, dan saya sudah bilang kalau anggaran ADD ata Dana Desa(DD) sudah keluar, baru kita plengseng.” Jelas Kades Dasri.
Ditabahkannya, bahwa rumah itu sudah lama gak di tempati, “jadi tanah itu masih belum jelas status kepemilikannya, dan masih miliknya Mbah, bukan milik beliau, jadi kami melakukan pengalian disitu untuk pelebaran.” Tandasnya.
Disisi lain, mengenai tentang di singgungnya pertanyaan terkait wartawan/lsm “mana saja yang mampu menyelesaikan masalah ini”, bahwa kades Juwandi, merasa tidak mengatakan hal itu kepada wartawan atau LSM manapun.(Bersambung)
Reporter : Dafid Firmansyah/team

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page