ArtikelBeritaPendidikan

Guru Sebagai Salah Satu Tolak Ukur Dari Kualitas Pendidikan

×

Guru Sebagai Salah Satu Tolak Ukur Dari Kualitas Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Guru Sebagai Salah Satu Tolak Ukur Dari Kualitas Pendidikan
GURU SEBAGAI SALAH SATU TOLAK UKUR DARI KUALITAS PENDIDIKAN
         Pembangunan di bidang pendidikan sampai saat ini masih menjadi prioritas utama dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan menjadi barometer kemajuan suatu bangsa, oleh karenanya kebijakan pemerintah dalam pendidikan mengacu kepada suatu upaya strategi pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan memberikan arah kepada lembaga-lembaga di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional untuk melaksanakan program-program operasional di tingkat implementasi.
            Salah satu komponen yang sangat menentukan berhasil atau tidaknya penyelenggaraan pendidikan adalah guru. Guru sebagai ujung tombak pendidikan yang langsung berada di garis depan berhadapan dengan siswa dituntut memiliki kompetensi yang memadai. Melalui guru penanaman nilai-nilai dan pembelajaran berbagai ilmu pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan kekinian dan masa depan dapat berlangsung. Secara garis besar kualitas pendidikan yang baik berbanding lurus dengan kualitas guru yang baik juga. Walaupun pada kenyataanya pendidikan tidak bisa sepenuhnya dititik beratkan kepada guru saja. Banyak faktor lain yang harus dilibatkan dalam proses pelaksanannya.
          Guru adalah sosok yang paling penting dalam mencerdaskan manusia. Guru mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan. Pada saat proses pembelajaran di dalam kelas sering kali terjadi situasi dimana guru menghantarakan isi kurikulum sebanyak mungkin dan siswa diharap menyerap informasi yang disajikan sebanyak mungkin. Muatan kurikulum dan waktu yang terbatas seringkali menjadi alasan utama terjadinya suasana belajar seperti ini. Tidak sedikit tolak ukur kesuksesan pendidikan dengan cara seperti ini adalah dari banyaknya muatan kurikulum yang disajikan. Sedangkan tugas guru lebih dari sekedar hanya menyampaikan isi kurikulum di depan kelas. Dalam jangka panjang, cara seperti ini mempunyai dampak negatif bagi siswa dan tentunya bagi guru itu sendiri. Hasil yang didapat siswa dengan cara seperti ini yaitu: siswa hanya hafal tapi tidak paham; siswa menjadi minim kreativitas; minat belajar siswa  jadi rendah; dan siswa gagal mengaplikasikan dalam kehiduan sehari-hari. Sedangkan, hasil yang didapat oleh guru yaitu: guru minim strategi dalam proses pembelajaran; cara mengajar seperti ini hanya satu arah, sehingga guru tidak mendapatkan apa-apa; guru hanya sebagai pendikte informasi; dan motivasi guru dalam mengajar menjadi rendah.
         Pendidikan yang berkualitas seharusnya memeberikan bekal yang cukup kepada siswa untuk berkarya di dunia nyata. Membuat siswa tidak hanya hafal, tapi juga paham; membuat siswa  kaya akan kreativitas; membuat siswa semangat belajar; dan membuat siswa mampu mengaplikasikan apa yang didapat dari pembelajaran bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan sosok guru yang cerdas, kreatif, interaktif, inovatif, dan professional. Di samping itu guru juga harus mempunyai sosok karakter yang baik. Karena apa yang dilakukan guru, baik langsung ataupun tidak langsung berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa, baik yang positif maupun negatif. Menjadi guru merupakan profesi moral. Selain harus memiliki kedalaman ilmu pengetahuan, seorang guru harus bisa menjadi sosok.
      Posisi dan peran guru dalam kancah pendidikan nasional adalah masalah yang tidak pernah tuntas untuk dibahas. Di dalamnya tersimpan berbagai hal yang penuh kontroversi. Masalah tersebut memang begitu menarik untuk diperbincangkan, tetapi banyak sisi yang begitu sensitif untuk didiskusikan. Simak saja, misalnya, beberapa pertanyaan berikut. Apakah posisi dan peran guru begitu sentral dalam menentukan mutu dan keberhasilan pendidikan nasional? Kalau memang sentral, apakah tugas itu merupakan tugas profesional yang tidak dapat dikerjakan oleh siapa saja? Kalau tugas itu menuntut persyaratan profesional tertentu, apakah guru diakui sebagai sebuah profesi yang patut dihargai sebagaimana layaknya sebuah profesi penting dalam upaya mencerdaskan bangsa? Beberapa pertanyaan tersebut mengundang banyak opini baik dari kalangan eksekutif, legislatif, akademisi, maupun dari kalangan masyarakat umum.
           Pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara merupakan proses pembudayaan yakni suatu usaha memberikan nilai-nilai luhur kepada generasi baru dalam masyarakat yang tidak hanya bersifat pemeliharaan tetapi juga dengan maksud memajukan serta memperkembangkan kebudayaan menuju ke arah keluhuran hidup kemanusiaan.
    Fungsi guru dalam proses pendidikan adalah mengajar, mendidik, membina, mengarahkan, dan membentuk watak serta kepribadian sehingga manusia itu berubah menjadi manusia yang memiliki ilmu pengetahuan, cerdas, dan bermartabat. Menurut Ki Hajar Dewantara, guru yang baik adalah dimana guru bisa menjadi tauladan di depan siswa, guru bisa menjadi teman di samping siswa, dan guru pun bisa menjadi motivator di belakang siswa. Oleh karena itu, tidak setiap orang dapat menjadi guru; tidak setiap orang dapat melaksanakan tugas guru. 
       Guru memerlukan persyaratan profesional yang diperoleh melalui pendidikan yang dirancang khusus untuk itu sehingga dalam melaksanakan tugasnya, guru akan terhindar dari kesalahan. Alasannya, bila terjadi kesalahan, hal itu akan berakibat fatal terhadap masa depan siswa selama dan tentu saja amat merugikan dunia pendidikan. Dengan demikian, guru memerlukan pendidikan profesional yang dapat menghasilkan guru yang memiliki kemampuan profesional yang disyaratkan oleh jabatan guru sebagai sebuah profesi.
       Pendidikan yang berkualitas tercermin dari standar profesi yang dimiliki oleh guru. Menjadi seorang guru tidaklah mudah. Diperlukan standar profesi yang harus dimiliki oleh setiap guru. 
Dalam melaksanakan tugasnya secara profesional, efisien, dan efektif, guru harus memenuhi persyaratan sebagai berikut ;
(1) menguasai ilmu pendidikan, termasuk konsep, teori, dan proses.
(2) menguasai teaching learning strategies, 
(3) memahami ICT dan menguasainya untuk diaplikasikan dalam proses pembelajaran, terutama untuk mendukung penerapan learning strategies yang dikembangkan oleh guru, 
(4) menguasai developmental pcychology, psikologi anak, dan psikologi kognitif, 
(5) menguasi teori belajar, 
(6) memahami berbagai konsep pokok sosiologi dan antropologi yang relevan dalam proses pendidikan dan pertumbuhan anak, 
(7) menguasai bidang studi tertentu yang relevan dengan tugasnya sebagai guru pada jenjang persekolahan tertentu, 
(8) memahami administrasi pendidikan, terutama tentang management of learning, 
(9) menguasasi konsep dan prinsip pengembangan kurikulum, 
(10) memahami dan menguasi pendidikan nilai, 
(11) memahami proses dan dampak globalisasi serta implikasinya terhadap proses pendidikan peserta didik, 
(12) memahami strategic environment yang berpengaruh terhadap proses pendidikan peserta didik, 
(13) memahami peran dan pengaruh aspek sosial, kultural, dan ekonomi terhadap proses pendidikan.
        Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa, “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”.
        Pendidikan sangat erat kaitannya dengan guru dan siswa. Guru sebagai pendidik haruslah guru yang memenuhi standar kompetensi guru dan standar profesi guru agar tercipta pendidikan yang baik serta berkualitas. Untuk mencapai kualitas pendidikan yang baik maka diperlukan juga guru yang baik dari segi kualitas. Guru yang baik adalah guru yang selalu meningkatkan kualitas pendidikan dari segi aspek kompetensi guru dan aspek profesi guru, agar guru selalu segar informasinya, kuat etos kerjanya, dan cerdas akalnya.
Penulis : Reza Nazarrudin Firmansyah
Alamat : Jalan Tirto Utomo, gang 4 no 29, Kecamatan Dau, desa Landungsari RT.02/RW.02 kota Malang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page