” Budaya Indonesiaku Telah Diduakan “
Indonesia adalah Negara yang santun dan terkenal akan beragam budayanya. Tetapi budaya Indonesia tidak kaya akan cinta dari pemuda-pemudi saat ini. Pahlawan kita yang dulu telah memperjuangkan Negara kita, bahkan mengorbankan jiwa raganya. Sehingga kita bisa merasakan merdekanya. Semakin bertambahnya tahun dan bertambahnya usia Negara kita ini, justru usaha untuk melestarikannya juga tidak ada. Mengapa demikian?. Karena kecintaan mereka pada budaya barat telah mengalir dalam tubuh para pemuda bangsa. Dengan mudahnya mereka meniru dan dengan mudahnya mereka menerapkan budaya barat dalam kehidupan sehari-hari.
Moral yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan tidak sesuai dengan budaya Indonesia seharusnya dapat diluruskan. Pengaruh yang sangat kental melalui teknologi dan media sosial yang semakin pesat perkembangannya membuat mereka terperosok dalam dunia maya. Bisa kita lihat di Ibukota Jakarta begitu mudah sekali gaya kebarat-baratan yang merasuki tubuh para pemuda. Mereka berlomba-lomba untuk menunjukan ini loh para pemuda keren yang megikuti perkembangan jaman. Padahal hal sedemikian memancing mereka untuk melupakan budaya mereka sendiri dan mengikuti tren orang barat.
Para pemuda yang tidak bisa menyaring dampak buruk dari teknologi akan mendatangkan kerugian bagi diri mereka sendiri bahkan Bangsa ini. Kita dapat melihat dan mengetahui sendiri berbagai social media seperti ; Facebook, Instagram, Twitter, Vlog, dll telah melekat dalam jiwa para pemuda. Melalui fasilitas itu para pemuda dengan mudah mengakses kebudayaan barat, baik cara berpenampilan maupun sikap orang barat. Berpakaian yang serba minim, rambut dicat berwarna-warni, berfoto selfi yang menunjukan lekukan tubuh mereka. Dimana pada pemuda Indonesia yang sebenarnya. Apakah mereka belum sadar bahwa Negara kita mulai dijajah secara perlahan melalui pemuda-pemuda yang masih labih dan mudah terpengaruh.
Hal ini tidak akan terjadi jika kita melakukan cara awal yang wajib dilakukan yaitu menanamkan karakter anak sejak dini. Khususnya sebagai orang tua sebagai penanam pendidikan yang paling utama. Berikan sesuatu sesuai dengan waktunya, jangan berpikir anak akan menjadi kudet (kurang update) jika tidak mengikuti perkembangan jaman. Bukan itu yang dimaksud, tetapi penerus bangsa yang berkarakter lebih penting dari itu. Kita bisa saja memberikannya, tetapi masih dalam pengawasan orang tua. Jangan sampai seorang anak menonton apa yang seharusnya belum pantas mereka tonton. Apalagi sekarang internet tidak dibatasi mana yang baik atau tidak untuk Indonesia. Karena jika seorang anak tidak memperoleh pendidikan dari orang tua sejak dini, maka dalam mengahadapi tantangan diera global seperti ini akan kesulitan bahkan dengan mudahnya kualitas SDM di Negara Indonesia akan terjerumus dan menjadi korban pemanfaatan teknologi yang sulit tersaring serta banyaknya keinginan untuk meniru budaya barat yang tidak sepantasnya diteraapkan di Indonesia. Karena dalam pembahasan ini perubahan karakter di Era global membutuhkan waktu yang cukup lama karena dianggap sebuah keterlambatan. Namun dengan memandang martabat manusia, mendekatkan manusia dengan Allah, dan Konstribusi dibidang Pendidikan akan memperbaiki anak tersebut dalam hal yang paling penting yaitu moral.
Selain orang tua, guru juga sangat berperan penting pada masalah ini. Karena mereka adalah seorang pendidik, jadi mereka wajib memberikan pembelajaran yang juga mendidik dan membentuk karakter anak didik mereka seutuhnya. Dengan tidak terlalu sering memberikan tugas yang berhubungan dengan mencari di Internet. Seperti menggantinya dengan mencari sumber informasi dari beberapa buku yang disediakan di perpustakaan sekolah. Hal kecil ini dapat menumbuhkan keterbiasaan seorang anak untuk lebih menjadi pribadi yang kreatif dan tidak bergantung pada internet secara terus menerus. Hal ini harus dihindari karena pada jiwa seorang anak rasa ingin tahu itu lebih besar.
SDM Indonesia menjadi manusia yang religius, moderat, cerdas, dan mandiri sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan nasional serta watak bangsa Indonesia jika cara awal yang sudah ditentukan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh orang tua. Sekarang yang harus dipikirkan bagaimana memperbaiki moral Bangsa yang sudah terlanjur terpengaruh budaya barat. Memang sangat sulit karena yang terpengaruh bukan lagi anak anak melainkan para remaja sebagai sasarannya yang seharusnya menjadi Manusia berkarakter Unggul.
Saat ini yang mereka ketahui adalah budaya barat yang keren dan sangat menarik bahkan mungkin mereka tidak tahu sekali tentang budayanya sendiri. Memang sangat memprihatinkan keadaan para pemuda jaman sekarang bahkan mereka sengaja membohongi orang tua nya hanya untuk meniru gaya budaya barat.
Negara Indonesia sangat memerlukan mereka para pemuda pemudi berkarakter unggul untuk menjadi penerus Bangsa. Dengan cara awal yang sudah dijelaskan tadi agar dapat diterapkan dengan baik demi terbentuknya SDM yang berkarakter unggul, tidak menjadi korban budaya barat yang sangat tidak cocok diterapkan di Indonesia.
Pengaruh dari luar sana sangat mudah diserap oleh para pemuda, bagaimana tidak Bangsa Indonesia cenderung kritis dengan sesuatu yang baru dan berusaha untuk mencobanya. Padahal apa yang mereka lakukan sangat merugikan diri mereka dan Negara ini. Sekarang tinggal bagaimana kita memliki kemampuan kesadaran yang tinggi terhadap hal-hal sedemikian rupa. Karena hanya kita sebagai penerus bangsa yang menjadi harapan bagi bangsa ini. Seraplah sesuatu yang bermanfaat dan buatlah sesuatu yang bermanfaat pula. Jangan membuat sesuatu yang bertujuan untuk bersenang-senang namun dibelakang sana ada yang tertawa melihat moral bangsa Indonesia yang semakin melemah karena jika begitu Negara lain dengan mudahnya masuk dan mengambil kekayaan yang dimiliki Bangsa kita ini.
Penulis : Shinta Emilia Ervita
Insatansi : Mahasiswa Angkatan 2016 Universitas Muhammadiyah Malang
Jurusan : Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia













