SAMPANG, radar-x.net – Sijago merah telah melalap habis musholla yang terbuat dari bahan kayu milik nenek Jeini salah satu warga desa Tobai Barat kecamatan Sokobanah dan keluraga Misnari desa Tadden kecamatan Camplong kabupaten Sampang Jawa Timur. Senin malam dan Selasa malam diakhir bulan Juli 2019.
Diketahui musibah yang menimpa nenek Jeini ini diduga karena konsleting listrik dan akhirnya menimbulkan percikan api kecil yang menjalar ke seluruh bagian bangunan yang terbuat dari kayu yang baru saja diperbaiki, dan akhirnya api membesar sehingga membakar habis bangunan tersebut dan seluruh isinya, Senin 29/07/2019 malam sekitar pukul 22:00 WIB.
Akibat dari musibah tersebut nenek Jeini mengalami kerugian kurang lebih Rp. 55 juta, dari hasil penelusuran awak media radar-x bersama beberapa anggota LSM KPK Nusantara DPC Sampang di TKP Selasa 30/07/2019, terlihat nenek Jeini masih mengalami shok ringan sambil berbicara sendirian.


Sedangkan nasib yang sama menimpa keluarga Misnari yang tinggal di desa Tadden kecamatan Camplong Sampang yang sampai saat ini penyebabnya masih ditangani pihak yang berwajib.
Ironisnya, dari musibah tersebut, Misnari kehilangan istrinya yang terjebak dalam kobaran api dan akhirnya sang istri terbakar bersama kedua motornya yang ada didalam rumahnya. Selasa malam 30/07/2019.
Dengan adanya kejadian tersebut, menurut penjelasan para cater (petugas PLN). Syamsul Arifin salah satu petugas PLN rayon sampang, “ya betul mas…! Informasi yang kami terima dari warga setempat kebakaran yang di kecamatan Sokobanah itu, berawal dari ledakan yang ada di kilometer listrik dan akhirnya terjadi kebakaran,” ujarnya.
“Kami sering mengingatkan kepada semua masyarakat agar selalu waspada terhadap arus pendek listrik terutama pada sambungan kabel, kadang disambungannya tidak dibungkus dengan isolasi dan kadang ada yang menyambung listrik asal-asalan,” lanjut Arif.
Sementara Mottofi petugas PLN yang bertugas di wilayah Omben dan utara menjelaskan, “saya sering peringatkan para pengguna listrik agar tetap waspada, apalagi ke masyarakat banyak masih menggunakan kabel yang murahan yang mudah terbakar,” jelasnya.
“Jadi mulai sekarang semua kabel arus listrik diusahakan memakai kabel yang SNI agar hidup jebat dan aman dari musibah kebakaran,” tutup Mottofi. (MK)














