SAMPANG, radar-x.net – Suasana redup menyelimuti kaum muslim desa Angsokah Omben Sampang dan sekitarnya atas kepergian sosok ulama’ besar yang konon katanya sebagai panutan para kiai di wilayahnya. KH. Syaiful Jabbar Djauhari telah wafat disalah satu rumah sakit swasta di Surabaya, pada Senin 1 Juli 2019.
Hasil rangkuman serta penelusuran awak media radar-x di lapangan, kamis, 4/7/2019. Dari beberapa tokoh, baik dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda maupun para aktivis organisasipun turut berbela sungkawa yang begitu mendalam atas kepergiannya.
Ungkapan duka cita terus mengalir dengan diiringi do’a dari beberapa pihak bahkan dengan rasa duka cita tersebut sampai ada yang mengirim dan memasang karangan bunga di halaman kediaman almarhum.
Pasalnya, KH. Syaiful Jabbar Djauhari merupakan publik figure yang disegani oleh para tokoh di wilayah Omben Sampang Madura Jawa timur. Karena selain sebagai pendiri majlis dzikir “HASAB” dan pengasuh pondok pesantren beliau juga sebagai penggerak salah satu organisasi keagamaan (FPI).
Sampai hari ke 3 (Rabu malam) tahlilan yang digelar keluarga almarhum (KH. Syaiful Jabbar Djauhari) terpantau jelas ribuan warga muslim datang untuk membacakan surat yasin dan tahlil di kediamannya.


Mahbub Baidlowi ketua MDS Rijalur ansor kecamatan Omben menyampaikan duka yang dalam atas wafatnya Kiai Karismatik tersebut.
” Kami kenal baik dengan beliau, yang jelas kami kaum muslim sangat terpukul atas wafatnya, dan semoga perjuangan beliau dicatat sebagai ibadah oleh Allah SWT,” ujarnya.
Meskipun kita beda organisasi tetapi perjuangan kita merupakan satu tujuan dalam memperjuangkan syiar-syiar islam. Lanjut pemuda penggerak MWC NU Omben.
Terpantau belasungkawa terus mengalir dibeberapa akun media sosial termasuk dari para aktivis masyarakat dan media.
Sementara Muhlis Wijaya ketua LSM KPK Nusantara DPC Sampang, merasa berduka yang mendalam dengan wafatnya KH. Syaiful Jabbar Djauhari ketua DPW FPI kabupaten Sampang.
“Yang jelas kami turut bersedih dengan peristiwa ini mas…!, dan semoga perjuangannya beliau semasa hidupnya dijadikan sebagai ibadah. Kami sangat mengenal almarhum, karena almarhum adalah sosok tokoh yang baik dan seorang pemimpin yang tegas serta amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya,” pungkas Muhlis. (MK)














