BeritaPeristiwa

Ijasah Ditahan, Mantan Karyawan Vanqis Kebingungan

×

Ijasah Ditahan, Mantan Karyawan Vanqis Kebingungan

Sebarkan artikel ini
Ijasah Ditahan, Mantan Karyawan Vanqis Kebingungan
Lokasi Toko Vanqis Cabang Banyuwangi (Foto : Dafid) 

BANYUWANGI, Radar-X.Net – Kasus dugaan penahanan ijazah oleh perusahaan masih saja terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Kali ini menimpa mantan karyawan Vanqis Cabang banyuwangi. 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada beberapa karyawan yang kesulitan saat mengambil ijazahnya ketika sudah berhenti bekerja. Awalnya, wartawan RADAR-X dan forum ini mendapatkan 2 nama yang ijazahnya ditahan. Namun hingga kini jumlah mantan karyawan yang masih ditahan ijazahnya masih banyak lagi di cabang-cabang.
Taufieq mengatakan, “iya benar.., ijazah saya memang di tahan dulu dan ada perjanjian jika ada barang hilang tapi hilangnya kan gak wajar pak, dalam dua bulan saja hingga puluhan juta, itu terjadi nggak di toko vanqis genteng saja, tapi hampir semua toko vanqis,” ungkap mantan karyawan Vanqis ini. 
Ia menjelaskan, sebelumnya dua karyawan dari genteng yang risegn duluan masalahnya juga sama, mines hingga ribuan pcs barang, termasuk vanqis Situbondo. 
“Kalau di suruh ganti ya saya tidak mau pak, perusahaan saja gak ada sistem keamanan, jika ada kehilangan langsung di limpahkan ke karyawan, dan saya hanya minta ijazah saya segera di kembalikan, dan masih banyak ijazah mantan-mantan vanqis yang di tahan.bahkan ada yang nggak di ambil,” jelasnya.
Taufieq menambahkan, “sampai sekarang ijazah saya masih disana belum dikeluarin dan BPJS ketenagakerjaan juga kartunya gak di kasih, jadi minesnya yang dulu itu di limpahkan sama saya dan andi yang baru pindah ke genteng, saya rasa mereka juga tau masalah ini kejadian kayak gini bukan yang prtama kali pak tapi sudah sering, biar kepala toko bisa tanggung jawab juga kenapa bilangnya toko sudah gak mines”. Tandas Taufieq kepada wartawan, Minggu (02/04/2017).
Selain itu, Andi menambahkan “Menurutnya, alasan perusahaan melakukan penahanan karena jaminan. Dikarenakan adanya barang yang hilang yang mana barang belum masuk ke toko dan karyawan harus bertanggung jawab, dan sering juga kami menerima potongan gaji”. Tambahnya.
Sementara, Suprayitno saat dikonfirmasi mengatakan, “saya tidak tahu menahu soal ijasah di tahan dan saya hanya di tugasi mengemasi barang-barang oleh pak toni, terkait penahanan ijasah itu berurusan dengan pak toni, dan kepala tokonya Arthur juga katanya sudah risegh hari ini, toko juga sudah habis kontraknya di sini jadi barang mau di tarik ke kantor”. Ungkapnya. (*) 
Bersambung… (DafidFirmansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page