OpiniOrganisasi

Jawa Timur Cocok Dipimpin Seorang Religius Dan Nasionalis

138
×

Jawa Timur Cocok Dipimpin Seorang Religius Dan Nasionalis

Sebarkan artikel ini
Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gamasaba) Jember.

JEMBER, radar-x.net – Tepatnya Kamis (7/6/18), pukul 15.30 Wib, di aula Anshor Jember, telah dilaksanakan FGD dan Buka Puasa bersama oleh Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gamasaba) yang bertema “Pentingnya Pemimpin Religius Nasionalis dalam Menangkal Radikalisme” di Jawa timur dengan Pembicara Sahabat Ayub Junaidi Wakil DPR Kabupaten Jember dan sebagai Ketua Anshor Jember, di awali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan-sambutan.

Ricky ketua Panitia dalam sambutanya mengatakan, bahwa kegiatan ini sebagai wujud kepedulian mahasiswa dalam menangkal Radikalisme khususnya di Jawa Timur yang berkembang dengan cepat.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gamasaba). Afthon Hasbullah mengatakan, pelaksanaan kegiatan FGD ini selain wujud kepedulian dari kaum muda. Kegiatan ini sebagai memorandum dalam memilih calon gubernur di Jawa Timur.

Menurutnya, pemerintah harus turut andil dalam kegiatan penangkalan radikalisme melihat kejadian yang sudah terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. “Seluruh elemen harus satu persepsi dalam menangkal Radikalisme di Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini beberapa mahasiswa saling berkomentar terkait penangkalan radikalisme di Jawa timur.

Kegiatan yang terangkum dalam FGD yang di isi oleh sahabat Ayub, bahwa Pemimpin merupakan sebagai tonggak yang akan membawa kemakmuran bagi setiap warga negara yang akan di pimpin. Diibaratkan sebuah kapal laut kalau nahkoda cerdas dalam membawa kapal, maka sekuat apapun ombak akan diterjang dan sampai kepulau berlabuh.

“Maka begitulah semestinya pemimpin, Jawa timur dalam kondisi sangat meresahkan apalagi adanya radikalisme, maka perlu adanya kesadaran masyarakat dalam memilih pemimpin khususnya calon pemimpin Jawa timur ini,” tandas Ayub.

Dijelaskannya, Radikalisme sebagai ancaman bagi rakyat Jawa timur, tapi dengan adanya pemimpin yang religius dan Nasionalisme, maka ancaman radikalisme tersebut bisa dihadapi. “Ini ada dalam sosok Paslon Gus Ipul dan Mbak Puti Paslon nomor urut dua. Kenapa secara keturunan dan kesejarahan jelas bahwa sama-sama cucu dari orang-orang besar pembangun bangsa kita. Kita sebagai agen perubahan harus sadar dalam menanggapi persoalan ini. Bukan hanya asyik sendiri dan acuh terhadap realitas yang ada,” jelas Ayub.

Menurut Havid dalam argumentasinya mengatakan, masyarakat Jawa timur yang agamis dan Nasional menjadi dasar benteng untuk penangkalan radikalisme di Jawa timur. “Melihat hari ini pentingnya pemimpin Jawa timur yang harus mensosialisasikan pula soal anti radikalisme secara jelas bahwa Gus Ipul dan Mbak Puti hari ini menjadi sosok yang baik untuk di pilih oleh masyarakat Jawa timur,” ungkapnya.

Selain itu, Mia pun juga mengomentari hal yang sama bahwa pentingnya sosok pemimpin pemerintahan menjadi penting untuk sama-sama turut andil. “Masyarakat hari ini harus membuka mata terhadap calon pemimpin Jawa timur, pasalnya ini menjadi penting dalam penangkalan radikalisme,” ucapnya.

Seluruh forum dalam kegiatan ini sangat apresiatif terhadap gemasaba yang masih peduli dalam menanggapi permasalahan yang berkembang pada beberapa bulan lalu.

Situasi saat buka puasa bersama Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa.

Akhirnya dalam forum yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut ditutup dengan pagelaran foto bersama dan berdeklarasi akan mengawal dengan suka rela akan suksesnya Gus Ipul dan Puti untuk menjadi gubernur Jawa timur. Sebagai upaya penangkalan radikalisme di Jawa Timur. Kemudian Acara ini di tutup dengan buka bersama pada jam 17.30 WIB. (Dik/Bas/Rol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page