![]() ![]() |
| Situasi saat jenazah di evakuasi kerumah duka. (Foto:Dafid) |
BANYUWANGI, Radar-X.Net – Mahrizal Ilham Aulia, Pekerja Harian Lepas (PHL) Polsek Songgon, korban kepala tertembus peluru pistol Brigadir EB, anggota Polsek Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, yang akhirnya meninggal dunia, Senin (3/7/2017) pagi tadi.
Pasalnya, Abdi Kepolisian ini menghembuskan nafas terakhirnya pukul 6.30 WIB diruang ICU RSUD Blambangan, Banyuwangi.
Kepada media, Direktur RSUD Blambangan, dr. Taufik Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan autopsi terhadap jenazah korban.
Informasi sementara, jumlah peluru yang menembus kepala bagian pelipis kanan korban mengarah ke ubun-ubun berjumlah satu butir.
“Selengkapnya kita tunggu saja hasil autopsi nanti, yang jelas kita berusaha memberikan pelayanan yang terbaik tidak memberatkan pasien, kalau perlu akan kita gratiskan, asal ada surat keterangan tidak mampu dari desa tempat korban tinggal,” kata dr. Taufik.
Sementara itu, sanak keluarga korban telah berkumpul di depan Kamar Mayat RSUD Blambangan. Beberapa keluarga juga sudah masuk ke ruangan untuk melihat kondisi jenazah.
Sampai sejauh ini keluarga bungkam dan tidak bersedia memberikan keterangan atau komentar kepada awak media. Petugas Kepolisian juga terlihat turut berjaga di RSUD Blambangan.
Seperti yang diberitakan sebelumnya di beberapa media, kepala bagian pelipis kanan Mahrizal Ilham Aulia, PHL Polsek Songgon, warga Desa Balak, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, terkena letusan pistol milik anggota Polsek Songgon, Brigadir EB, saat berjaga di pos pengamanan wisata lebaran, Jum’at (30/06/2017) lalu.
Sementara itu, Kabaghumas Polres Banyuwangi, AKP Bakin mengatakan, bahwa korban tertembak tanpa kesengajaan. Kesimpulan tersebut berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat di Pos Pelayanan (Posyan) Wisata dekat Kantor Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon.
“Senjata api milik EB tersebut terjatuh dan meletus mengenai korban, dan Brigadir EB, anggota Polsek Songgon duduk di kursi di lantai yang lebih tinggi dalam posisi tidak sejajar dengan korban, saat kejadian,” kata Sodik, di RSUD Blambangan, Jum’at (30/6/2017) sore. (Dafid/tim)















