![]() ![]() |
| Lokasi Puskesmas Sukorambi. (Foto:Rullah) |
JEMBER, radar-x.net – Sangat ironisnya, pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Sukorambi, banyak dikeluhkan warga adat khususnya di Kec. Sukorambi dan sekitarnya, bahkan pelayanan yang tidak memuaskan para keluarga pasien ini sebenarnya sudah cukup lama, namun tak ada tindakan dari atasan mereka, bahkan kepala puskesmas dr. Bimanda Risky yang notabene putra pejabat dinas terkait sering tidak ada di tempat.
Tak terkecuali dengan kejadian pasien Chayra Fayolla Nandira Azzahra, warga dusun Pelalangan desa Jubung, Kec. Sukorambi, Minggu (27/8/17), sekira pukul 04.00 WIB, karena ‘mutaber’ dibawa ke puskesmas tersebut, sebenarnya harus langsung ditangani, namun setelah menunggu berjam-jam baru petugas itu datang dan hanya di ujian dan obat jalan, Bahkan terus langsung disuruh pulang, saya tidak di diagnosa sama sekali sehingga keluarga pasien tidak tahu hasilnya.
Menurut sumber yang terpercaya, di internal puskesmas tersebut, ternyata banyak terjadi masalah antara petugas dan pimpinan dalam hal ini, Dokter tidak bisa berkomunikasi dengan bawahan sehingga menimbulkan masalah yang parah pada pasien yang penuh puskesmas itu.
![]() ![]() |
| Kades Sukorambi, Bhisma Perdana, SH. |
Suradi orang tua pasien mengatakan, “saya sangat akrab dengan pelayanan puskesmas tersebut, jadi anak saya sekarang di rujuk ke Puskesmas Rambipuji, bahkan langsung temui dokternya dan di nyatakan rawat inap,” ujarnya di Puskesmas Rambipuji Selasa (29/8/17).
Suradi menambahkan, “Kami mengharap tidak ada lagi kejadian seperti ini terulang lagi.l, bahkan kepala Puskesmas tidak layak di puskesmas tersebut dan layak di copot dari jabatan kepala puskesmas tersebut.” Tandasnya.
Sementara itu, Kepala desa Jubung, Bhisma Perdana, SH. M.Hum, menyatakan kekecewaannya pada pelayanan Puskesmas Sukorambi. “Bayangkan warga kita sakit” muntah berak “(mutaber, -red) masuk puskesmas berjam-jam tak langsung secara langsung, ini perlu pertolongan cepat karena kekhawatiran nyawa pasien tersebut,” ujarnya.
Ketua KNPI ini menjelaskan, itupun bukan dokter yang memeriksa, namun perawat dan hanya di ujian dan di kasih obat setelah itu disuruh pulang dan rawat dirumah, ternyata masih muntah-muntah dan berak.
“Terpaksa pada Selasa (29/8/17) kami rujuk ke Puskesmas Rambipuji dan langsung di tangani tim medis dan hasil diagnosa harus rawat inap.” Terang Bhisma.
Ditambahkannya, bahwa pelayanan Puskesmas Sukorambi itu sebenarnya sudah lama dan banyak yang mengeluh dengan pelayanan pada masyarakat, dan ini adalah salah satu persoalan yang muncul dari sekian permasalahan baik internal maupun external.
“Apakah karena pimpinannya putra salah satu pejabat di Dinas Kesehatan, sehingga tidak ada tindakkan dari atas?, harapannya jangan sampai ada lagi pasien yang ditelantarkan seperti warga Jubung ini.” Pungkas kades.(Dik/Bas/Rul)















