BeritaKesehatanSosial

912 Perawat Honorer Mengharap Bupati Memberi Honor Dari APBD

×

912 Perawat Honorer Mengharap Bupati Memberi Honor Dari APBD

Sebarkan artikel ini
Wakil ketua GNPHI Jember, Andik Setiawan yang didampingi ketua usai bagi-bagi takjil.

JEMBER, radar-x.net – Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh Rahmat dan barokah, barang siapa melaksanakan kebajikan maka pahalanya akan dilipat gandakan. Hal ini tak di sia-siakan oleh Forum Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Jember.

Organisasi perawat honorer yang dibawa naungan persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jember ini, menggelar aksi sosial bersama ratusan anggota untuk bagi-bagi takjil, tepatnya didepan Masjid Albaitul Amin, Kamis (31/5/18) sore.

Dikatakannya, bahwa kegiatan ini selain tujuannya untuk berbagi pada sesama, terutama pada pengemudi becak dan pengendara roda dua dan empat. Kami menunjukan pada pemerintah, bahwa kami sebagai perawat honorer itu ada.

Hal tersebut dikemukakan wakil ketua Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Jember, Andik Setiawan yang didampingi ketua usai bagi-bagi takjil tersebut.

” Kami dari Forum Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Jember, bersama ratusan anggota menggelar aksi sosial dengan bagi – bagi takjil. Tujuannya adalah untuk berbagi pada sesama muslim terutama yang menjalankan ibadah puasa bulan suci Ramadhan ini. Bahkan kami menunjukan pada pemerintah maupun publik, bahwa perawat honorer itu yang jumlahnya 912 orang itu ada dan masih eksis,” terangnya.

” Kami mengharap pada pemerintah dalam hal ini Bupati, bagi perawat yang telah lama bekerja, agar diangkat menjadi Pegawai Negeri/ASN. Selain itu honorer bagi ratusan perawat ini agar dianggarkan dari APBD Jember. Artinya, apabila telah dihonor dari APBD otomatis nama-nama perawat honorer ini masuk dalam data base Pemkab Jember,” cetusnya.

Baca juga: Ribuan GTT dan PTT di daftar Anggota BPJS Ketenagakerjaan

“Selama ini kan tidak jelas apa data base perawat honorer ini apakah masuk atau tidak, sedangkan dari Pemkab sendiri belum pernah ada audensi sama sekali dengan kami,” imbuhnya.

” Selama ini kami tidak mendapat gaji dari pemerintah, bahkan nol persen. Kami para perawat hanya mengandalkan kanitasi dari BPJS saja. apabila banyak pasien yang menggunakan BPJS maka kami akan dapat, tergantung dari kanitasi tersebut. Bahkan kami hingga saat ini masih bertahan dan tetap menjalankan tugas rutin sehari-hari. di seluruh 50 Puskesmas di Jember,” tandas Andik.

Para Perawat Honorer saat bagi-bagi Takjil.

Hadir dalam aksi sosial bagi-bagi takjil tersebut, ratusan anggota bersama jajaran pengurus forum Gerakan Nasional Perawat Honorer Indonesia (GNPHI) Jember.

Pantauan media ini saat di lokasi, bagi-bagi takjil sangat antusias sekali, bahkan sempat memacetkan jalan utama yang dari jalur barat jalan Sultan Agung menuju depan pendopo Bupati. Bahkan para pengendara roda dua dan empat juga tak ketinggalan juga dapat pembagian selain para tukang becak. (Dik/Sul/Rol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page