BeritaPeristiwa

2 Kapal LCT Sritanjung Banyuwangi Hancur Tinggal Kenangan

×

2 Kapal LCT Sritanjung Banyuwangi Hancur Tinggal Kenangan

Sebarkan artikel ini
2 Kapal LCT Sritanjung Banyuwangi Hancur Tinggal Kenangan
Awak kapal LCT Sritanjung. (Foto: Dafid). 



BANYUWANGI, Radar-X.Net – Dua kapal kebanggaan Banyuwangi LCT Putri Sritanjung dan LCT Putri Sritanjung 1, merupakan asset milik Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi (Kapal Rakyat Banyuwangi) yang dikelola oleh PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati(PBS), akhirnya sekarang sirna alias dipotong- potong jadi besi tua sejak Sabtu (15/07/2017) hingga saat ini (17/07/2017) masih berlanjut pemotongan besi tersebut.

Pasalnya, Kapal yang sempat berjaya di jaman Dinasti Alm. H. Ir. Samsul Hadi, mantan Bupati Banyuwangi tersebut adalah kapal kebanggaan Rakyat Banyuwangi, dan sempat menyumbang sebagian PAD Kabupaten Banyuwangi sejak Tahun 2002, kini 2 armada kapal tersebut kandas dan akan menjadi kenangan masalalu rakyat Banyuwangi.

Sejak kemarin, Sabtu (15/072017), salah satu armada kapal yaitu LCT Putri Sritanjung sedang dalam proses pemotongan, kapal tersebut akan menjadi besi Rongsokan
Bagi Karyawan yang bekerja di PT. Pelayaran Banyuwangi Sejati, banyak sekali cerita akan keberadaan LCT Putri Sritanjung 1 dan LCT Putri Sritanjung 2, namun kini akan menjadi kenangan sejarah cerita anak cucu tentang kejayaan dan kesuksesan Banyuwangi yang pernah mempunyai 2 armada laut.

Dengan 2 armada tersebut, para Karyawan menggantungkan hidupnya, memberi nafkah keluarganya, kini kapal tersebut akan segera lenyap, namun SEJARAH akan mencatat siapa yang telah memusnahkan 2 kapal tersebut. Hal ini menambah kesedihan yang mendalam bagi Pekerja/Buruh PT. PBS.

Menurut Edi, ketua Pergerakan Pelaut Indonesia (PPI) mengatakan, seperti diketahui, sejak Bulan Januari 2016, bahwa gaji Buruh sampai sekarang belum dibayarkan, dan saat ini tempat Buruh bekerja untuk menyandarkan hidupnya juga akan dimusnahkan.

Dari keterangan santo salah satu abk yang bekerja di kapal LCT Sritanjung mengungkapkan kekecewaannya, “Begitu KEJAM perlakuan sang PENGUSAHA dan PENGUASA, dimanakah letak HATI NURANInya. Inikah yang dinamakan sebagai bentuk Arogansi Penguasa”. Ugkap Santo.

Akankah Rakyat Banyuwangi bersama-sama menggugat pertangungjawaban pengelola dan pemilik asset.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak perusahaan PT Pelayaran Banyuwangi sejati belum bisa dikonfirmasi dan dimintai keterangannya.(Dafid Firmansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page