Pemerintahan

104 Kreator dari 24 Kota Berebut Cerita Kopi Bondowoso, ‘Republik Kopi’ Dibidik Makin Mendunia

×

104 Kreator dari 24 Kota Berebut Cerita Kopi Bondowoso, ‘Republik Kopi’ Dibidik Makin Mendunia

Sebarkan artikel ini

BONDOWOSO, Radar-X.net – Secangkir kopi Bondowoso tak lagi hanya bicara soal rasa. Di baliknya ada perkebunan, petani, pelaku usaha, hingga cerita tentang sebuah daerah yang ingin kembali menegaskan identitasnya sebagai “Bondowoso Republik Kopi”.

Semangat itu mengemuka dalam acara Media & Creator Gathering “Bondowoso Republik Kopi” yang digelar Jumat (2/10/2026) malam di Sentra Kuliner Ronggo, Bondowoso.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi untuk menggaungkan kembali potensi kopi Bondowoso melalui kekuatan media sosial dan kreativitas para content creator.

Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PT Perkebunan Nusantara I (Persero) Regional 5, Reggy Irawan Setiyobudi, mengatakan kompetisi konten media sosial ini merupakan langkah awal PTPN I Regional 5 untuk memperluas dampak komunikasi perusahaan sekaligus mengangkat komoditas unggulan yang dikelola.

“Program ini diawali dari keinginan kami agar humas di PTPN I Regional 5 bisa satu langkah lebih maju dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perusahaan maupun stakeholder,” ujar Reggy.

Menurutnya, kopi dipilih karena memiliki keterkaitan kuat dengan identitas Bondowoso. PTPN I Regional 5 sendiri memiliki sejumlah kawasan perkebunan kopi arabika di wilayah Bondowoso, termasuk kawasan Kayumas dan sejumlah wilayah perkebunan lainnya.

Tak hanya kopi, Bondowoso juga memiliki komoditas unggulan lain seperti tembakau dan kakao. Namun, kopi dinilai memiliki cerita yang kuat untuk diperkenalkan lebih luas melalui konten kreatif.

“Kalau berbicara tentang Kabupaten Bondowoso, tentu harus berbicara tentang kopi. Apalagi sudah ada tagline Bondowoso Republik Kopi,” katanya.

Reggy menegaskan, “Bondowoso Republik Kopi” bukan sekadar slogan, melainkan ruang untuk membangun cerita besar mengenai kopi Bondowoso.

Sebab, menurut dia, secangkir kopi tidak berdiri sendiri. Ada alam perkebunan, petani, pelaku usaha, kreativitas, serta kerja keras banyak pihak yang berada di baliknya.

Melalui kompetisi konten media sosial tersebut, masyarakat, kreator, dan khususnya generasi muda diajak mengemas cerita tentang kopi Bondowoso dengan cara yang kreatif, menarik, dan dekat dengan masyarakat.

Menariknya, gaung kompetisi ini sudah melampaui batas Bondowoso.

Hingga Jumat siang, tercatat 104 peserta dari 24 kota telah mendaftar. Peserta tidak hanya berasal dari Bondowoso, tetapi juga Surabaya, Malang, Bogor, Jember, Sidoarjo, Bandung, Medan, Asahan, Banyuwangi, Cirebon, Denpasar hingga Jakarta.

“Peserta terbesar memang dari Bondowoso, kurang lebih 43 peserta. Artinya, harapan kami kolaborasi yang dilakukan ini dampaknya akan luar biasa dan Bondowoso semakin dikenal,” jelas Reggy.

Bukan Sekadar Konten, Tapi Menghidupkan Lagi Identitas Kopi

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bondowoso, Mulyadi, menyambut positif kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat Bondowoso Republik Kopi (BRK) yang pernah menjadi identitas kuat daerah.

“Kegiatan ini sangat membantu kami, terutama dalam rangka menghidupkan kembali Bondowoso Republik Kopi. Dulu sudah hidup, tetapi mungkin semangatnya kurang. Sekarang kita ingin meningkatkan kembali semangat itu,” ungkap Mulyadi.

Ia menyebut kopi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bondowoso, terutama para petani dan pelaku usaha kopi.

Potensi tersebut, kata dia, tidak hanya terlihat dari sisi hulu, tetapi juga dari perkembangan pelaku kopi yang mulai mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pelaku kopi Bondowoso telah melakukan ekspor ke pasar Eropa dan Timur Tengah.

“Ini merupakan kabar baik bagi kita semua karena bisa membantu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso,” katanya.

Mulyadi juga mengajak kreator lokal Bondowoso tidak sekadar menjadi penonton dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, masyarakat Bondowoso justru memiliki modal cerita paling kuat karena berada langsung di tengah perkembangan komoditas kopi.

“Jangan sampai kita menjadi penonton atau pendengar dan tidak mendapatkan manfaat. Dengan kegiatan ini, Insyaallah kita bisa berpartisipasi sekaligus mendapatkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Bondowoso,” tegasnya.

Ia menilai media sosial kini menjadi salah satu pintu utama untuk memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Karena itu, cerita tentang kopi Bondowoso diharapkan tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi bisa menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

“Melalui media sosial kita bisa mempromosikan perkembangan kopi di Kabupaten Bondowoso sehingga bisa didengar oleh khalayak banyak, khususnya nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Dengan 104 kreator dari berbagai daerah yang telah masuk dalam kompetisi, secangkir kopi Bondowoso kini mendapat ruang cerita yang jauh lebih luas.

Bukan hanya soal rasa, tetapi tentang petani, perkebunan, ekonomi, kreativitas, dan identitas sebuah daerah yang ingin kembali menghidupkan nama besarnya sebagai Bondowoso Republik Kopi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page