Bondowoso, Radar-X.net – Jangan anggap sepele data ternak. Di balik angka sapi, kambing hingga unggas yang dipelihara warga, tersimpan informasi penting untuk menentukan arah kebijakan peternakan di Kabupaten Bondowoso.
Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso dalam mengevaluasi pelaksanaan pendataan ternak Tahun 2026.
Kepala Disnakkan Bondowoso Hendri Widotono menegaskan, pendataan ternak bukan sekadar mencatat jumlah hewan yang dimiliki masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun basis data peternakan yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pendataan ternak merupakan salah satu kegiatan penting untuk mendukung ketersediaan data peternakan yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Hendri.
Menurutnya, data tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi salah satu pijakan dalam perencanaan program dan penyusunan kebijakan pemerintah daerah di sektor peternakan.
Selain itu, basis data peternakan juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat serta mendorong pengembangan sektor peternakan agar lebih terarah.
Berdasarkan hasil evaluasi, secara umum pelaksanaan pendataan ternak Tahun 2026 berjalan dengan baik. Pendataan telah memberikan gambaran mengenai kondisi dan populasi ternak yang tersebar di wilayah Kabupaten Bondowoso.
Pendataan tidak hanya menyasar ternak besar. Berbagai jenis ternak yang dipelihara masyarakat turut dicatat, mulai dari ternak besar, ternak kecil hingga unggas.
Aspek kondisi dan kepemilikan ternak juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam proses pendataan.
Dengan semakin lengkapnya basis data tersebut, pemerintah memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai potensi peternakan Bondowoso sekaligus kebutuhan masyarakat peternak di lapangan.
Hendri berharap hasil pendataan dan evaluasi tersebut dapat terus diperbarui sehingga data peternakan tidak berhenti sebagai angka dalam dokumen, tetapi benar-benar menjadi dasar dalam menentukan program yang tepat sasaran.
“Data yang baik akan membantu pemerintah dalam menyusun perencanaan, memberikan pelayanan, serta mengembangkan sektor peternakan sesuai kondisi di lapangan,” pungkasnya.














