TNI

Brigjen TNI Mukhamad Albar Lepas 368 Bintara Muda, Pesan Tegas Mengawal Kehormatan Prajurit

×

Brigjen TNI Mukhamad Albar Lepas 368 Bintara Muda, Pesan Tegas Mengawal Kehormatan Prajurit

Sebarkan artikel ini

JEMBER, RADAR-X.net – Perjalanan panjang pembentukan karakter prajurit akhirnya mencapai satu titik penting. Sebanyak 368 Bintara Siswa Secaba Rindam V/Brawijaya resmi menuntaskan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026.

Pasalnya, mereka kini memasuki babak baru sebagai prajurit yang dituntut mampu menerjemahkan ilmu, disiplin, serta nilai nilai keprajuritan ke dalam pengabdian nyata.

Upacara penutupan pendidikan berlangsung di Lapangan Hitam Secaba Rindam V/Brawijaya, Sukorejo Jember Kamis (03/09/2026).

Prosesi tersebut dipimpin langsung Komandan Rindam V/Brawijaya Brigjen TNI Mukhamad Albar, S.E., M.M., dan diikuti 368 Bintara Siswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan.

Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya fase pembentukan dasar sekaligus awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar. Status sebagai Bintara membawa konsekuensi profesional, karena setiap prajurit dituntut memiliki kemampuan kepemimpinan, keteguhan sikap, serta kesiapan menghadapi dinamika tugas di lapangan.

Dalam amanat Pangdam V/Brawijaya yang dibacakan Inspektur Upacara, disampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para mantan prajurit siswa atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.

Pangdam menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan. Capaian itu merupakan buah dari proses panjang yang ditempa melalui kedisiplinan, ketahanan fisik, ketangguhan mental, serta kesungguhan dalam mengikuti seluruh tahapan pendidikan.

“Pencapaian ini merupakan hasil dari kedisiplinan, ketahanan fisik serta ketangguhan mental yang kalian tunjukkan selama pendidikan,” demikian pesan Pangdam V/Brawijaya.

Para Bintara muda juga diingatkan bahwa berakhirnya pendidikan di Secaba bukan berarti berhentinya proses pembelajaran. Pengetahuan, keterampilan, dan wawasan keprajuritan yang diperoleh selama menjalani pendidikan harus menjadi fondasi untuk menghadapi pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing masing.

Pangdam mendorong seluruh Bintara untuk terus meningkatkan motivasi belajar dan berlatih. Perkembangan lingkungan strategis dan kompleksitas tugas TNI menuntut setiap prajurit memiliki kemampuan adaptasi, profesionalitas, serta kemauan untuk terus mengembangkan kapasitas diri.

Selain kemampuan teknis dan fisik, aspek moral dan integritas menjadi bagian penting yang harus melekat dalam diri setiap Bintara. Dalam setiap pelaksanaan tugas, mereka diminta senantiasa berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI.

Nilai nilai tersebut menjadi landasan moral dalam menjalankan amanah sebagai prajurit sekaligus pedoman untuk menjaga kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pangdam V/Brawijaya juga menyampaikan penghargaan kepada Komandan Rindam V/Brawijaya beserta seluruh tenaga pendidik dan tenaga pendukung pendidikan atas dedikasi serta kerja keras dalam menyelenggarakan pendidikan.

Keberhasilan pendidikan pembentukan tersebut tidak terlepas dari konsistensi para pembina dalam memastikan seluruh proses berlangsung sesuai kurikulum dan standar pendidikan yang telah ditetapkan.

Dengan berakhirnya pendidikan ini, 368 Bintara muda membawa mandat baru untuk mengabdi di tengah dinamika tugas TNI AD. Mereka bukan hanya dituntut mampu menjalankan perintah, tetapi juga hadir sebagai sosok prajurit yang memiliki karakter, kompetensi, loyalitas, dan integritas.

Dari lapangan pendidikan menuju medan pengabdian, 368 Bintara muda itu kini membawa satu pesan penting: seragam adalah kehormatan, pangkat adalah tanggung jawab, dan pengabdian adalah jalan panjang yang harus dijalani dengan keteguhan hati.

(Bagus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Seedbacklink affiliate

You cannot copy content of this page